Asap Serbu Wilayah Riau

MI/RUDI KURNIAWANSYAH
24/8/2015 00:00
Asap Serbu Wilayah Riau
(Antara)
KABUT asap dari pembakaran hutan dan lahan yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra membuat kualitas udara di Riau kian menurun.

"Udara di Pekanbaru sudah tidak sehat. Aroma asap kembali terasa menyengat, terutama pada pagi dan malam hari. Kami mohon pemerintah segera bertindak mengatasi masalah ini," kata Syafrul, warga Jalan Tanjung, Pekanbaru, kemarin.

Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kadar pencemaran udara di Kota Pekanbaru dalam tiga hari terakhir berada pada posisi di atas 60 PM atau dalam kondisi sedang. Padahal, sebelumnya udara di ibu kota Provinsi Riau itu sempat bertahan berada di posisi baik selama sepekan.

Kian menurunnya kualitas udara itu meresahkan masyarakat Riau yang selama sebulan terakhir telah disesaki udara tidak sehat dari asap pembakaran hutan dan lahan. "Matahari sudah tidak terlihat lagi. Langit menjadi putih terselimuti asap tebal," ujar Rhino, warga lainnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan saat ini jarak pandang sebagian wilayah Riau yang tertutup kabut asap berkisar antara 2.000 meter. Keadaan pada pagi dan sore hari di wilayah Riau kelam terselimuti kabut asap.

"Angin bertiup dari selatan menuju tenggara dan melewati Provinsi Riau. Karena itu, kabut asap diduga berasal dari provinsi bagian selatan Riau yang tertiup angin lalu bertumpuk di Riau," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua, terdeteksi sebanyak 720 titik panas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra. Titik panas terbanyak terdapat di wilayah Sumatra Selatan dengan jumlah sebanyak 317. Kemudian Jambi dengan 247 titik, sedangkan di Provinsi Riau ditemukan sebanyak 94 titik.

Kepungan asap juga menyelimuti Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Batam, Agus Tri, kemarin, menyatakan asap tersebut berasal dari Jambi, Sumatra Selatan, serta Riau.

"Meskipun terpapar, jarak pandang di Batam masih 8.000-10.000 m. Jadi, masih aman untuk transportasi darat dan laut," jelas Agus Tri.

Di Jambi, kabut asap sudah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha dan membuat warga menderita gangguan pernapasan. Lokasi paling terdampak ialah Kabupaten Muarojambi yang berdekatan dengan kebakaran lahan gambut.

Karena jarak pandang di kisaran 1.000 meter saat pagi hari, aktivitas pendaratan pesawat di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi lumpuh. Penerbangan mulai normal saat jarak pandang membaik menjelang siang.

Merbabu terbakar

Di bagian lain, titik api yang membakar kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu sisi Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sejak Rabu (19/8), tinggal tersisa di dua tempat, kemarin.

Kepala Seksi Wilayah II, Taman Nasional Gunung Merbabu, San Andre Jatmiko, menjelaskan dua titik api itu berada di Desa Genikan, Kecamatan Ngablak, dan Desa Ketundan di Kecamatan Pakis.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sekitar 330 orang personel tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran di Gunung Merbabu. Total luas wilayah yang terbakar sekitar 90 hektare. Kebakaran hutan di Gunung Ceremai, Kuningan, Jawa Barat, juga masih belum padam hingga kemarin. "Saat ini, api sudah bergeser ke sebelah utara dari jalur pendakian Setianegara," kata Kepala BPBD Kuningan, Agus Mauludin. (SL/HK/TS/LD/BB/UL/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya