Sampah Kotori Daerah Wisata Komodo

Mi
06/9/2016 10:52
Sampah Kotori Daerah Wisata Komodo
(Dok. Indonesia Travel)

PERSOALAN sampah menghantui kawasan wisata komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tumpukan sampah terlihat di setiap bibir pantai yang tidak jauh dari Dermaga Ferry Labuan Bajo.

"Masyarakat dan pemkab belum memiliki kesadaran untuk menjaga daerah sebagai kawasan wisata. Tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas tumpukan sampah di pantai," papar anggota DPRD Manggarai Barat, Blasius Janu adur, kemarin (Senin, 5/9).

Brigite Ernest, wisatawan asal Belgia, juga menyesalkan banyaknya serakan sampah. Selain di pantai, sampah bertumpuk di tengah Kota Labuan Bajo.

"Seharusnya tidak ada sampah di kota pariwisata. Tanpa sampah, tamu yang datang akan merasa betah untuk tinggal berlama-lama," tuturnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Manggarai Barat Yance Usman saat dimintai konformasi menyatakan sampah di pantai merupakan kiriman dari daerah lain. "Kami sudah berusaha terus membersihkan sampah. Selain itu, kami telah menyiapkan banyak tong sampah di kota dan di pantai."

Di Karawang, Jawa Barat, ratusan seniman berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab untuk menentang eksploitasi kawasan karst Pangkalan dan Pegunungan Sanggabuana. Mereka menuntut Pemkab segera menetapkan kawasan itu sebagai daerah lindung geologi.

"Kedua wilayah itu merupakan daerah yang berfungsi sebagai daur hidrologi," papar koordinator aksi, Daud Catur.

Pakar karst dari Universitas Gadjah Mada, Eko Haryono, mengungkapkan dari sekitar 155 ribu kilometer persegi kawasan karst di Indonesia, 9,5% di antaranya sudah rusak.

Kerusakan didominasi penambangan batu gam-ping dan ali fungsi lahan. "Kerusakan karst terjadi di seluruh provinsi di Jawa. Upaya pelestarian karst menjadi penting karena selain berfungsi sebagai kantong penyimpan cadangan air bersih, dia menjadi daerah penyerapan karbon," papar Eko.

Di Bangka Belitung, Walhi menyatakan 65% ekosistem bawah laut rusak akibat aktivitas penambangan pasir timah laut. Setidaknya ada 2.500 unit kapal isap, tambang inkonvesional tower, tambang rajuk, dan tambang apung yang menyedot pasir timah laut.

Kemarin, puluhan warga di kawasan industri Cibaligo, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, mendatangi sejumlah pabrik. Mereka memprotes penyerobotan fasilitas umum dan pembuangan limbah secara sembarangan yang dilakukan sejumlah pabrik. (JL/CS/AU/RF/DG/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya