PT Langgam Inti Hibrindo (LIH), perusahaan sawit anak dari grup PT Provident Agro Tbk milik pengusaha nasional Sandiaga Uno, ditetapkan Polda Riau sebagai tersangka pembakaran hutan dan lahan seluas 400 hektare.
Selain perusahaan sawit yang beroperasi di Desa Pangkalan Lesung, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau itu, kepolisian juga menetapkan sebanyak 27 tersangka lainnya.
"Polda Riau telah memeriksa manajer operasional dan manajer lapangan PT LIH. Polisi terus mendalami keterlibatan perusahaan dalam kasus kebakaran lahan tersebut," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Riau Ajun Komisaris Besar (AKB) Guntur Aryo Tedjo di Pekanbaru, kemarin.
Guntur menjelaskan pemeriksaan terhadap perusahaan sawit PT LIH didasarkan atas kesaksian masyarakat atas kebakaran lahan yang diduga dibakar oleh pihak perusahaan. Sejauh ini, polisi sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa kebakaran di lahan perusahaan tersebut.
Menurut Guntur, Polda Riau juga sudah menetapkan 27 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Riau. Sebanyak 18 kasus sudah lengkap atau masuk P-21, 4 kasus masih dalam penyidikan, 4 kasus lainnya proses pengiriman kepada jaksa, serta 1 kasus lainnya masih penyelidikan.
Di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kemarin, kabut asap belum juga sirna. Itu akibat asap kiriman kebakaran hutan wilayah Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Namun, kepungan asap itu belum mengganggu aktivitas pelayaran dan penerbangan.
Sejak kemarin kabut terlihat menyelimuti hutan dan wilayah dataran tinggi. Karena siang kemarin terjadi hujan lokal, kabut asap sedikit berkurang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, kemarin, menyebutkan tebal kabut di Batam dan daerah lain di Kepri disebabkan perubahan arah angin.
"Saat ini angin bertiup dari barat daya sehingga asap kebakaran dari Jambi dan Sumatra Selatan terbawa hingga ke Batam, tetapi terbantu oleh tingginya curah hujan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Agus Tri. Lahan gambut Kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut di belahan timur Provinsi Jambi belum dapat dipadamkan. Bahkan, akibat terbatasnya tenaga, peralatan dan sumber air, kebakaran kian meluas dan mulai mendekati wilayah permukiman warga.
Kebakaran lahan gambut yang mengancam permukiman masyarakat, antara lain mulai terlihat di Desa Pematangrahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim). Lidah api yang merambat di bawah permukaan gambut setebal tiga meter lebih, saat ini mulai membakar ratusan hektare lahan pertanian warga yang berada di pinggiran desa.
Kepala Kecamatan Mendahara Hulu, Hendri, membenarkan kondisi yang mengkhawatirkan tersebut. Warganya dibantu beberapa personel manggala agni dan kepolisian setempat saat ini masih berjuang melakukan pemadaman.
Kebakaran hutan juga terjadi di Pulau Jawa akibat musim kering berkepanjangan. di wilayah Garut, Jawa Barat, terdata hutan seluas 300 hektare terbakar. Hutan edelweis di Gunung Ciremai yang masuk Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, juga mulai terbakar.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur, Jawa Tengah, telah memetakan wilayah-wilayah rawan kebakaran. Ada tiga titik resor pemangkuan hutan yang rawan yang terus dipantau. (SL/HK/AD/UL/LD/N-2)