TIM evakuasi korban Trigana Air akhirnya berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat ATR 42 PK YRN rute Jayapura-Oksibil, Papua. Tim berhasil mengumpulkan seluruh jenazah penumpang dan menemukan kotak hitam pesawat. Namun, evakuasi dijadwalkan baru dilakukan pagi ini.
Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf Sugiono menyatakan evakuasi dari lokasi jatuh ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, kemudian ke Jayapura ditunda karena cuaca tidak mendukung.
"Evakuasi sementara saya hentikan karena jarak pandang hanya 2-3 meter. Besok (hari ini) pukul 05.00 WIT dilanjutkan kembali," kata Sugiono saat dimintai konfirmasi dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kemarin.
Menurut Sugiono, evakuasi kemarin melibatkan 189 personel dibantu 250 orang dari masyarakat setempat. Sebanyak 54 jenazah korban pesawat Trigana Air pun telah dimasukkan ke kantong jenazah yang diletakkan tak jauh dari helipad.
"Kotak hitam pun ada bersama kami di sini, jarak dari saya hanya 3 meter. Besok (hari ini) mau diserahkan ke tim KNKT untuk proses investigasi," katanya.
Kepala Badan Search and Rescue Nasional Marsekal Madya FH Bambang Sulistyo mengatakan evakuasi jenazah akan dilakukan dengan sistem jaring.
"Evakuasi itu akan dilakukan dengan sistem jala netting gabung dengan sistem hoist karena itu saya pikir yang paling efektif," kata Sulistyo saat jumpa pers di gedung Base Ops Lanud Sentani, Jayapura, Papua, kemarin sore.
Sulistyo yang didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Fransen G Siahaan, dan Danlanud Kol Pnb I Made Susila mengatakan jasad para korban masih sulit diidentifikasi. Karena itu, peran tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan sangat membantu.
Sulistyo menambahkan tim evakuasi juga menemukan uang dalam kondisi hangus di tempat jatuhnya pesawat.
Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen Arthur Tampi membenarkan bahwa tim DVI Polri sudah mengantongi data antemortem dari 45 keluarga korban pesawat Trigana Air.
Dalam upaya pemeriksaan postmortem para korban, Polri telah membuka posko untuk mengumpulkan data antemortem korban dari pihak keluarga. Data antemortem antara lain berupa foto korban semasa hidup, pakaian yang digunakan korban, tanda medis, rekam gigi, bekas operasi, dan tato. "Nanti kita periksa data postmortem dan dicocokkan dengan data antemortem-nya," ujar Arthur.
Menurut dia, ke-54 jenazah korban yang sudah ditemukan akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk diperiksa data <>postmortem.
Guna membantu evakuasi korban, pihak Trigana Air dikabarkan menyiapkan tiga pesawat jenis Boeing 737. Sementara itu, rumah pilot pesawat Trigana Air, Kapten Hasanudin, di Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Tangerang, Banten, kemarin, diselimuti duka. (Arv/Mal/SM/Ant/X-7)