Pembangunan Embung Krikilan: Pekerja menyelesaikan pembangunan Embung Krikilan di Desa Kedung Pengaron, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, Jatim, Rabu (13/11).(Antara/Adhitya Hendra)
DI dua tahun mendatang, Pemprov Jawa Tengah (Jateng) siap membangun 1.000 embung. Dana untuk pembangunan embung dialokasikan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dimulai 2015 hingga 2016.
Kepala Seksi Operasional dan Perawatan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Serayu Citanduy Arief Sugiarto mengatakan bahwa Pemprov Jateng telah memiliki rencana membangun 1.000 embung. ''Melalui BPSDA Jateng, akan ada 1.000 embung yang dibangun. Nantinya, masing-masing BPSDA di wilayah bakal berkoordinasi dengan pemkab,'' kata Arief, kemarin.
Menurut Arief, di wilayah BPSDA Serayu Citanduy, baru Pemkab Purbalingga yang bersedia untuk membangun. ''Sebab, daerah yang menjadi tempat pembangun embung harus menyiapkan tanah. Saat sekarang yang siap dibangun embung adalah di Desa Palumutan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, dengan dana Rp600 juta,'' ujar dia.
Pembangunan embung tersebut, lanjut Arief, untuk menampung air. Dengan adanya air yang ditampung, maka dapat difungsikan pada saat musim kemarau untuk memasok air baku dan irigasi.
Secara terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Irawadi mengatakan ada sejumlah embung di kabupaten setempat yang mengering. ''Ada enam embung yang mengering, di antaranya di Kecamatan Kalibagor dan Jatilawang. Padahal, embung tersebut mampu menampung air hingga 5.000 meter kubik (m3). Air dari embung dipakai untuk irigasi pertanian dan perikanan.''
Di bagian lain, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan 1.350 tangki air bersih bagi 11 kabupaten kota di dua karesidenan, yakni Karesidenan Banyumas dan Pekalongan. Bantuan tersebut untuk mendukung bantuan dari tiap-tiap kabupaten.
Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Bakorwil III Jateng Sri Kendarti, kemarin, mengungkapkan telah mengirimkan 225 tangki untuk sejumlah kabupaten yang mengalami kekeringan. ''Kami siap melakukan pasokan air bersih untuk kabupaten yang membutuhkan,'' kata Sri.
Dikatakan oleh Sri, ada beberapa kabupaten yang cukup parah mengalami kekeringan, di antaranya ialah Cilacap dengan 81 desa di 12 kecamatan yang alami krisis air bersih, kemudian Purbalingga di 59 desa dan tersebar di 9 kecamatan, serta di Banyumas ada 15 desa di 9 kecamatan. Debit air turun Di wilayah Temanggung, Jateng, sebanyak 577 daerah irigasi (DI) mengalami penurunan debit air. Umpamanya daerah irigasi Jombor di Kecamatan Jumo yang membendung Kali Progo. Semula debit airnya mencapai 240 liter per detik, saat ini turun menjadi 224,5 liter per detik. Daerah irigasi Jombor mengairi 74 hektare lahan pertanian.
Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Temanggung, Arief CH, kemarin, mengatakan 577 daerah irigasi itu mengairi 17.771 hektare areal pertanian di 20 kecamatan.
Di Jawa Timur, air baku diperkirakan tersedia hingga akhir tahun ini. Prakiraan itu dilansir Perum Jasa Tirta 1, Kota Malang, Jatim, kemarin. (TS/BN/BB/N-2)