Polisi Periksa 6 Saksi Pembunuhan Polisi

(OL/DW/N-2)
29/8/2016 03:00
Polisi Periksa 6 Saksi Pembunuhan Polisi
(ANTARA FOTO/Wira Suryantala/)

SEBANYAK enam saksi akan diajukan penyidik kepolisian untuk melengkapi berkas pemeriksaan kasus pembunuhan terhadap Aipda Wayan Sudarsa, anggota Polsek Kuta, Denpasar, Bali. Pelaku pembunuhan ialah Sara Connor asal Australia dan kekasihnya, David Taylor, turis asal Inggris. "Pelaku tetap dua orang. Mereka sudah mengakui perbuatan menghilangkan nyawa orang lain, tapi menolak itu sebagai pembunuhan," papar Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Hadi Poernomo, Sabtu (27/8). Keenam saksi itu, lanjut Hadi, terdiri atas 2 orang di homestay Jimbaran, 2 orang saat pelaku membakar barang bukti, dan 2 orang saat penemuan dompet serta surat milik korban.

"Pemeriksaan saksi hanya untuk melengkapi berkas pemeriksaan karena kedua tersangka sudah mengaku," lanjutnya. Pekan ini, penyidik akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Denpasar untuk menggelar rekonstruksi pembunuhan itu. "Kami berharap dalam waktu kurang dari 20 hari, penyidik sudah bisa merampungkan berkas pemeriksaan dan melimpahkannya ke jaksa penuntut umum," harap Kapolresta Denpasar. Terkait dengan pelaku, ia menambahkan kedua tersangka kukuh mengaku tidak membunuh. Aksi yang mereka lakukan yang membuat korban tewas terjadi karena perkelahian biasa.

"David menuduh korban mencuri tas milik Sara, dan langsung menggeledah badan korban. Perbuatan itu tentu saja tidak bisa diterima korban karena polisi saja harus punya surat penggeledahan untuk melakukannya," papar Hadi. Untuk melengkapi berkas, tim psikologi Polda Bali juga sudah melakukan tes terhadap kedua pelaku. Kejadian nahas juga menimpa Brigadir Jian Frans Setiawan, anggota Polsek Madang Buay Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan, kemarin dini hari.

Saat berpatroli di wilayahnya, korban ditembak tepat di dadanya oleh penjahat. "Pelaku dua orang dan kami sudah menangkap salah satu di antaranya, yakni Sarbini. Saat berpatroli, korban curiga dengan gelagat yang diperlihatkan kedua pelaku yang tengah mengendarai sepeda motor," papar Kapolres OKU Timur, AKB Audie S Latuheru. Saat dihentikan korban, Sarbini melawan. Dia menghunuskan senjata api rakitan dari balik saku bajunya dan langsung mengarahkannya ke dada korban.
"Kondisi korban sudah stabil. Setelah terkena tembakan, dia tetap dalam kondisi sadar dan dapat dilarikan ke rumah sakit," tandas kapolres.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya