Petani Khawatirkan Ketersediaan Pupuk

(AD/BB/WJ/N-1)
28/8/2016 02:50
Petani Khawatirkan Ketersediaan Pupuk
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

PETANI di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Sukabumi, Jawa Barat, memperkirakan ketersediaan dan harga pupuk menjelang musim tanam II pada Agustus dan September. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Tasikmalaya Yuyun Suyud, kemarin, mengatakan, pada musim kemarau basah ini, banyak lahan sudah mulai diolah ditambah lahan pertanian baru. Lantaran semua petani akan mulai tanam pada masa ini, dia memperkirakan kebutuhan pupuk akan meningkat. Walhasil, harga pupuk tidak akan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah. Kepala Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya Dedi Supriadi menjamin 100% ketersediaan pupuk pada musim tanam II. Dia juga memastikan tidak akan ada aksi penimbunan pupuk. Mohamad Soleh, 59, petani Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, juga berharap pasokan pupuk menghadapi musim tanam bisa selalu tersedia.

"Kami memang memerlukan banyak pupuk karena akan memulai masa tanam selesai panen." Belum lama ini, Soleh mengaku habis memanen tanaman padi garapannya. Luasan lahannya tak kurang dari 500 meter persegi dengan produktivitas sekitar 2,5 ton. Harga jual gabah kering panennya terbilang masih normal, yakni di kisaran Rp3.800-Rp3.900 per kilogram. "Saya biasanya menjual ke tengkulak. Mereka yang datang langsung ke sini mendekati masa panen," tuturnya. Sekretaris Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi Ate Rahmat memastikan ketersediaan pupuk di Sukabumi aman. Apalagi, di Kota Sukabumi itu tidak mengenal istilah musim tanam atau musim panen serentak.

"Sejauh ini masih relatif cukup. Selain pupuk, tapi juga sarana produksi pertanian lainnya," kata Ate. Warsito, petani Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, mengaku menyukai pestisida nabati yang lebih mampu mengendalikan hama dan sekaligus ramah lingkungan. "Tanaman padi pun menjadi terlihat lebih segar dan bagus dalam pertumbuhan," tukas Warsito. Kepala Balai Penelitian Tanah Balitbang Kementerian Pertanian Wiratno menyatakan, pestisida nabati mudah dibuat karena berbahan baku dari tanaman atau tumbuhan yang dicampur bahan organik lain yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya