Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memperkuat sektor pertanian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menggelontorkan dana sebesar Rp352 miliar. Dana itu digunakan untuk pembangunan enam irigasi yang menjadi kewenangan provinsi. Anggaran itu teralokasi di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Kaltim diketahui memiliki potensi kewilayahan dan lahan untuk pengembangan kegiatan pertanian, terutama tanaman pangan. "Air merupakan bahan baku vital mendukung pertanian. Karena itu, pembangunan irigasi akan terus dilakukan sebagai jaminan ketersediaan air bagi persawahan kita," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, di Samarinda, pekan lalu. Kepala DPU Kaltim Taufik Fauzi menyebutkan pembangunan irigasi akan dilakukan di Biatan, Kaliorang, Labanan, Marancang, Marangkayu, dan Semurut. "Selangkao dan Sungai Bulu masih dalam proses perencanaan," ujar Taufik Fauzi. Dia menjelaskan daerah irigasi Marancang berpotensi mengairi sawah seluas 1.200 hektare (ha), Labanan 1.050 ha, Semurut 1.000 ha, dan Biatan sekitar 1.800 ha.
Berikutnya, daerah irigasi Kaliorang Kutai Timur berpotensi mengairi sawah seluas 1.300 ha dan Marangkayu Kutai Kartanegara mencapai 1.500 hektare.
Sebelumnya, menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim, Ibrahim, indeks pertanaman di Kaltim rendah, khususnya komoditas padi sawah yang belum mencapai angka 2, yakni di kisaran 1,3 - 1,4. "Kami terus berupaya menaikkan indeks tanam padi yang dinilai masih rendah." Ia beralasan bahwa kawasan persawahan yang menggunakan sistem irigasi (pengairan) baru sekitar 20% dan sisanya sawah tadah hujan dengan pola tanam sekali setahun.
Lakukan sodetan
Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, upaya menggenjot produktivitas lahan padi coba dilakukan dengan memanfaatkan musim kemarau basah. Kementerian Pertanian pun meminta bantuan anggota TNI di wilayah Korem 062/Tarumanagara di Priangan Timur dan Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon membuat sodetan air guna mengairi lahan. Dirjen Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Kemenan, Bambang Gatot Irianto, menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti TNI akan dibantu oleh UPTD Pertanian, Balai Sungai Citanduy dan Ciwulan, serta seluruh Gapoktan Tani. "Jika perlu, bisa pinjam pompa air dan Bulog juga harus menerima gabah petani," paparnya. Dengan merespons permintaan itu, Danrem 062 Tarumanagara, Joko Hadi Susilo mengaku siap membantu petani. "Sodetan air akan dibuat mulai Sungai Citanduy, Ciwulan, dan sungai lain." Selain itu, para Dandim di Jabar, Jatim, dan Jatim juga diminta mengecek bantuan alat pertanian yang telah diberikan pemerintah. "Karena pemerintah memberikan alat untuk masyarakat, apakah alat tersebut digadaikan, hilang, dijual atau digunakan untuk kebutuhan dirinya sendiri?" kata Bambang. Selain ketersediaan air, suplai pupuk juga menentukan keberhasilan penanaman padi. Saat ini, petani di Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Garut mulai sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.
(AD/BB/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved