Ini Kondisi Albert S Pandiangan Pascaserangan di Gereja

Puji Santoso
28/8/2016 17:04
Ini Kondisi Albert S Pandiangan Pascaserangan di Gereja
(Istimewa)

BELASAN sanak keluarga masih silih berganti mendatangi rumah milik Pastor Albert S Pandiangan, di Jalan Hayam Wuruk Medan, Sumatera Utara, hingga Minggu (28/8) sore.

Mereka mencoba menghibur Albert yang menjadi korban percobaan pembunuhan IAH, 17, saat berkhotbah di Gereja Santo Yosef, di Jalan Dr Mansur, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (28/8) pagi.

Albert masih terlihat pucat dan terkejut.

"Banyak jemaat yang berusaha menghibur Albert. Tapi, ya, keluarga terdekatlah yang bisa secara psikologis menghiburnya dari kondisi syok itu. Apalagi pastor itu baru saja operasi diabetes di kakinya," ujar Pangihutan Rumapea, salah satu kerabat Albert, kepada Media Indonesia.

Seusai peristiwa itu, Albert terlihat masih dapat menerima tamu maupun keluarga terdekatnya. Meskipun lengan kirinya masih terluka akibat ditikam pelaku, Albert masih bisa menjawab pertanyaan Media Indonesia dan satu media lain di kantor pastoral Keuskupan Agung Medan yang juga menjadi kediamannya sehari-hari.

"Saya masih syok. Dia (pelaku) mencoba membunuh saya. Saya tidak tahu apa kesalahan saya," kata Albert.

Sebelum pelaku melukainya, Albert mengaku sejak awal ada salah seorang anak muda yang berdiri dari barisan jemaat gereja datang dengan membawa tas ransel yang diduga bom.

Tapi, setelah pelaku mendekati dan mencoba melukainya, Albert langsung melompat di sela-sela membacakan Alkitab di hadapan para jemaat.

Wali Kota Medan Zulmi Eldin yang menjenguknya beberapa saat kemudian, juga berusaha memberikan semangat kepada Albert dan keluarga besarnya.

"Percayalah, saat ini situasi sudah kondusif. Kita serahkan masalah ini kepada aparat kepolisian. Kita jangan mau diadu domba dan dipecah belah," kata Eldin kepada Albert.

Komandan Kodim Medan Kolonel Inf Maulana Ridwan yang mendampingi Zulmi Eldin, dalam kesempatan yang sama, juga mengharapkan jemaat tidak mudah terprovokasi dengan kejadian ini.

"Saya tidak akan mencampuri penanganan masalah ini. Biarkan aparat kepolisian menanganinya. Silakan bapak-bapak jemaat membantu polisi untuk selalu bersedia dimintai keterangan agar kasus ini dapat diusut tuntas," kata Ridwan.

Pelaku IAH berupaya meledakkan bom di Gereja Santo Yosep, Minggu (28/8) pagi. Tidak hanya itu, dia juga menyerang Pastor Albert S Pandingan saat akan berkotbah di depan mimbar.

IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah salah satu bom rakitan yang digendongnya meletup.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya