Bandara Banyuwangi akan Dikembangkan

Wibowo
28/8/2016 16:57
Bandara Banyuwangi akan Dikembangkan
(ANTARA/Zabur Karuru)

PEMERINTAH mengembangkan Bandara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, dengan mempertebal landasan pacu (runway) bandara menjadi PCN 40 dari sebelumnya yang hanya PCN 28.

Perbaikan itu untuk mendukung kemampuan infrastruktur. Lantaran, saat ini, bandara berkonsep ramah lingkungan (go green) itu belum memenuhi kapasitas untuk pesawat berbadan lebar dengan tipe Boeing 737-500.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan penebalan landasan pacu Bandara Blimbingsari akan dilaksanakan pada 2017. Rencana itu sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan sebagai regulator di bidang transportasi.

"Ada sejumlah anggaran yang dialokasikan untuk penebalan runway," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (28/8).

Menurutnya, Bandara Blimbingsari juga akan dilengkapi fasilitas Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PPK) dengan menyewa dari badan usaha milik di bidang kebandarudaraan, PT Angkasa Pura. Itu untuk memenuhi persyaratan teknis dari Kemenhub.

Anas menambahkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga sedang menyelesaikan pembangunan tahap akhir terminal baru di Bandara Blimbingsari yang dibiayai APBD Provinsi Jatim dan Banyuwangi.

"Ini model kerja sama pusat dan daerah yang perlu dikembangkan, Sinergi pusat dan daerah sangat berarti bagi daerah," ucapnya.

Terminal dengan arsitektur hijau dan mengakomodasi budaya lokal itu direncanakan beroperasi di awal 2017.

Adapun fasilitas itu memiliki pengaturan sirkulasi udara, water treatment, dan beragam tanaman hingga ke atap terminal. Arsitekturnya mengadopsi model atap rumah khas Suku Osing (suku asli Banyuwangi) serta merawat budaya masyarakat setempat yang selalu berombongan saat melepas kerabatnya bepergian dengan menyediakan anjungan yang mengarah langsung ke landasan.

Pembangunan terminal dimulai sejak 2014 lalu karena sudah melebihi kapasitas (over capacity).

Jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi naik 1.308% dari hanya 7.826 penumpang pada 2011 menjadi 110.234 penumpang.

Pada 2016, pergerakan penumpang diproyeksikan semakin meningkat setelah frekuensi penerbangan Surabaya-Banyuwangi ditambah dari dua kali dalam sehari menjadi tiga kali dalam sehari. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya