Pangkalpinang Terapkan Absensi Antibolos

Rendy Ferdiansyah
28/8/2016 15:03
Pangkalpinang Terapkan Absensi Antibolos
(ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

UNTUK mencegah siswa bolos sekolah dan menjalin komunikasi antara sekolah dan orangtua, Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung menerapkan absensi kehadiran menggunakan sistem fingerprint atau sidik jari.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Edison Taher mengatakan absensi dengan sistem fingerprint merupakan terobosan baru seiring perkembangan dan kemajuan teknologi dan informatika.

Di Pangkalpinang, tahun ini, sudah ada tujuh sekolah yang menerapkan absensi menggunakan fingerprint.

Dari ketujuh sekolah tersebut, lanjut Edison, ada beberapa sekolah yang masih dalam tahap proses pengumpulan nomor telepon orangtua siswa. Sebab, dengan absensi sistem ini, kehadiran siswa di sekolah akan dikirim melalui SMS Gateway kepada orangtua siswa.

"Dari tujuh sekolah, baru empat sekolah yang sudah menjalankan absensi sistem fingerprint. Sedangkan, sisanya masih dalam tahap proses pengumpulan nomor telepon orangtua siswa," kata Edison.

"SMS Gateway akan dikirim ke orangtua siswa. Makanya, kita harus mengumpulkan nomor telepon orangtua siswa," imbuh dia.

Edison mencontohkan absensi fingerprint nanti akan bekerja di saat siswa usai absen kehadirannya di sekolah, SMS Gateway akan dikirim ke orangtua siswa yang memberitahu bahwa siswa tersebut sudah masuk sekolah, begitu pula kalau siswa itu pulang.

"SMS ke orangtua siswa itu berisikan seperti ini, 'Bapak/Ibu yth. Anak Bapak/Ibu telah melakukan absensi sidik jari pada tanggal 25 Agustus pukul 06.34 WIB'," ungkap Edison.

Jadi, dengan adanya SMS Gateway itu, kehadiran dan pulang siswa diinfokan kepada orangtua. Menurut Edison, itu akan membuat orangtua tahu bahwa anaknya benar-benar sekolah dan tidak bolos.

"Absensi seperti ini saya rasa akan meminimalisir siswa bolos sekolah, sebab orangtua akan tahu kalau anaknya masuk sekolah atau tidak begitu juga dengan pulang sekolah, anaknya pulang jam berapa," terangnya sembari menambahkan selain menerapkan absen kehadiran dengan fingerprint juga akan menggunakan wajah.

Dinas Pendidikan menargetkan pada 2019 seluruh jenjang pendidikan di Pangkalpinang absen kehadiran dan pulang siswa menggunakan sistem fingerprint yang terkoneksi dengan SMS gateway.

Selain masalah absensi, ditambahkan Edison, mereka juga akan menerapkan program parenting untuk orangtua siswa. Program parenting ini akan mengajak orangtua berpartisipasi, bukan hanya di sekolah saja namun di rumah sehingga terjalin komunikasi antara sekolah dan orang tua. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya