Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Mengaku Disuruh

Budi Warsito
28/8/2016 13:42
Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Mengaku Disuruh
(ANTARA/Irsan Mulyadi)

PELAKU percobaan bom bunuh diri, IAH, 18, mengaku disuruh seseorang untuk meledakkan bom di rumah ibadah Santo Yosep, di Jalan Dr Mansur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan pengakuan itu disampaikan pelaku saat polisi memeriksanya.

"Dari interogasi yang disampaikan Kapolresta Medan, pelaku mengaku hanya disuruh seseorang yang ditemuinya di jalan untuk melakukan peledakan," ujar Kombes Rina Sari Ginting, Minggu (28/8).

Sementara itu, di lokasi kejadian, petugas menemukan tiga pipa besi yang diduga merupakan bagian dari bom rakitan. Satu di antaranya sempat meledak. Namun, ledakannya tidak membahayakan banyak orang dan hanya mengenai pelaku.

Pelaku sempat mencoba melukai pemuka agama Albert S Pandingan sebelum akhirnya dihentikan umat yang hadir.

"Untuk memperkuat keterangan pelaku, kami membawa dia ke indekosnya. Di sana kami menggeledah apakah masih ada benda yang diduga bom maupun peralatan atau amunisi untuk merakit bom yang masih tersisa," kata Rina.

Untuk menjaga ketenteraman Kota Medan, seluruh Polsek di Sumut diperintahkan memperketat pengamanan di tempat ibadah.

Pemuka agama Albert S Pandingan diserang lelaki berinisial IAH saat akan berkhotbah di depan mimbar, Minggu (28/8) pagi. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah salah satu bom rakitan yang digendongnya meletup.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya