Boelongan yang Penuh Pesona

27/8/2016 01:11
Boelongan yang Penuh Pesona
(DOK. WWW.WRECKSITE.EU/ ARKEOLOGI MARITIM LOKA PENELITIAN SUMBER DAYA DAN KERENTANAN PESISIR)

TANPA diambil barang muatan maupun digerogoti besinya, kapal karam sesungguhnya sudah bisa memberikan pemasukan ekonomi pada masyarakat, apalagi kalau bukan lewat keberadaannya sebagai situs penyelaman.

Hal itulah yang dinilai menjadi potensi besar MV Boelongan Nederland. Meski tubuh kapal tidak terlalu banyak ditumbuhi karang, kapal itu memiliki banyak pesona lain yang bisa memikat para penyelam.

Pesona itu antara lain disebabkan sejarah dan kondisi kapal yang masih relatif baik. Peneliti Arkeologi Maritim Loka Penelitian Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LPSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nia Naelul Hasanah Ridwan, menjelaskan berdasarkan arsip Belanda yang mereka telusuri, MV Boelongan Nederland merupakan milik perusahaan pelayaran Koninklijke Paketvaart Mij (KPM).

Kapal itu dibuat pada 1915 dengan dimensi 72,6 x 11,63 x 3,7 meter. Kapal dengan berat 1.053 gross tonnage dan dinakhodai Kapten ML kandas setelah dibom pesawat tempur Jepang pada serangan udara pada 1942 di Kampung Mandas Taroesan di dekat Padang.

Bangkai kapal secara keseluruhan masih relatif utuh, tapi terdapat kerusakan di bagian lambung. “Bangkai kapal karam ini secara fisik hampir patah dua pada bagian lambung. Di bagian dinding-dinding kapal dan lambung bagian depan sebagian rusak berat dan terlihat adanya bekas lubang hasil pengeboman oleh pesawat udara,” bilang Nia.

MV Boelongan terdiri atas dua lantai yang dipisahkan jendela-jendela. Kapal juga ini mempunyai dua tiang besar yang terbuat dari besi dan sudah patah dan roboh ke arah ke belakang (buritan) dan posisinya membujur dari arah timur ke barat.

Dinding kabin anjungan tampak rebah ke atas dek di kedalaman sekitar 20 meter. Bagian kiri dan kanan kapal masih terlihat banyak tiang-tiang besi yang tinggi melengkung yang diperkirakan sebagai tempat untuk menggantungkan sekoci. Kondisi Boelongan itu jauh lebih bagus daripada Liberty di Tulamben, Bali.

Penyelam profesional yang juga Ketua Yayasan Minang Bahari Samsuardi, yang melihat langsung kapal tersebut, mengatakan kondisi kapal terbenam sekitar 1-3 meter di lumpur (sedimentasi). Posisi kapal yang berada di tapal batas air laut dan air tawar serta ketebalan sedimen cukup membantu perlambatan laju keropos akibat korosi.

Dengan kondisi itu pula, Boelongan kurang cocok bagi penyelam pemula, tapi cukup menarik bagi penyelam berpengalaman.

Beberapa tahun terakhir, beberapa operator dan aktivis pariwisata Sumatra Barat ­telah membuat paket perjalanan wisata yang memasukkan keberadaan Boelongan.

Hal ini pula yang dilakukan dalam agenda ekspedisi wisata bahari, Mandeh Joy Sailing, yang digelar rutin sejak 2015 lalu. Mandeh diresmikan sebagai Kawasan Wisata Bahari Terpadu oleh Presiden Jokowi pada 2015.

Pada tahun yang sama, otoritas setempat dan penggiat wisata juga telah mengadakan lomba Fotografi Bawah Air di lokasi situs kapal karam Boelongan dan sekitarnya di Teluk Mandeh. (YH/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya