Kepri Berencana Tambah Pelabuhan

SS/PO/RS/Ant/N-1
27/8/2016 00:51
Kepri Berencana Tambah Pelabuhan
(ANTARA/Joko Sulistyo)

GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun menargetkan membangun banyak pelabuhan untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian di kawasan pesisir.

"Pelabuhan di wilayah pesisir harus segera dibangun dan dikembangkan karena arus barang tergantung dari cepat atau lambatnya proses bongkar muat di pelabuhan. Ini juga yang memengaruhi harga barang di pasar," ujar Nurdin di Tanjungpinang, kemarin.

Nurdin berharap seluruh institusi pemerintahan baik di tingkat pusat hingga kabupaten dan kota mendukung pembangunan pelabuhan.

Apalagi, lanjut dia, pemerintah pusat gencar membangun infrastruktur untuk mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Kepri merasa bangga karena menjadi salah satu tempat yang dilirik pemerintah pusat untuk mendukung program tersebut. Apalagi Kepri merupakan jalur pelayaran internasional terpadat, yakni dengan sekitar 94 ribu kapal yang lalu lalang di Selat Malaka," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalimantan Tengah Leonard S Ampung mengaku berencana membangun jembatan duplikat di sejumlah titik.

Jembatan duplikat itu, lanjut dia, akan dibangun persis di sebelah jembatan yang telah ada.

Tujuannya, mengurangi beban jembatan dan mencegah kejadian seperti runtuhnya Jembatan Tanggarong, Kalimantan Timur, pada 2011.

"Ada beberapa jembatan yang akan dibangun duplikatnya, yakni Jembatan Kahayan, Pundu, Cempaga Hulu, dan Katingan," jelasnya.

Ia menambahkan, beban yang ada telah melampaui tonase jembatan.

"Banyak konvoi truk perkebunan dan pertambangan yang memperpendek umur jembatan," tutur dia.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya memastikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tengah memproses kelengkapan administrasi studi kelayakan pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah (Pantai Palo-Tanah Merah).

"Studi kelayakan pembangunan sedang diproses di Kementerian PU-Pera," katanya.

Frans menambahkan, peletakan batu pertama (ground breaking) Jembatan Pancasila-Palmerah akan dilaksanakan setelah rangkaian acara puncak peringatan Hari Nusantara 2016 di ibu kota Kabupaten Lembata, Lewoleba, pada 13 Desember.

Frans menargetkan pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 13 Desember.

"Dalam nota kesepahaman B-to-B (business to business) dengan Tidal Bridge pada 22 April, rencana pembangunan mulai 13 Desember 2016," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya