Tenaga Medis Haji Harus Ditambah

WJ/YK/MS/JL/N-3
27/8/2016 00:41
Tenaga Medis Haji Harus Ditambah
(ANTARA/SAPTONO)

KOMISI IX DPR mendesak perlunya penambahan jumlah tenaga dokter untuk pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia.

Menurut anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan, Saleh Partaonan Daulay, jumlah tenaga dokter belum ideal.

"Tahun ini ada 168 ribu calon jemaah haji, sedangkan jumlah dokter 384 orang. Jelas kurang memadai. Satu dokter harusnya hanya boleh melayani 90 pasien. Namun, yang terjadi sekarang ini satu kloter berisi 360 haji, ditangani satu dokter dan satu perawat," ujar Saleh saat melihat kesiapan calon jemaah haji di embarkasi Donohudan, Surakarta, kemarin.

Dia menambahkan secara keseluruhan jumlah tim medis untuk pelayanan penyelenggara ibadah haji tahun ini sekitar 3.000 orang, termasuk yang berada di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Arab Saudi.

Komisi IX DPR menyarankan pemerintah melakukan lobi dan diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk penambahan tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat.

Sementara itu, di sejumlah daerah telah dilakukan pemberangkatan calon jemaah haji.

Calon haji dari kloter 43 asal Lamongan, Jawa Timur, sebanyak 1.306 orang, telah diterbangkan dalam tiga kelompok terbang.

Para calon haji itu dilepas Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati, di pendopo Lokantara.

Di Tuban, tiga calon jemaah haji gagal berangkat.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, menjelaskan tiga orang yang gagal berangkat ialah satu orang telah meninggal dunia dan dua orang sakit.

"Mereka yang sakit ditunda keberangkatannya," kata Teguh.

Calon haji dari Tuban dibagi dua kloter. Gelombang pertama tergabung dalam kloter 46 dengan jumlah 394 orang, termasuk tiga orang batal berangkat.

Sementara itu, di dalam gelombang II, ada 445 orang yang tergabung dalam kloter 47.

Di Papua Barat, sebanyak 173 calon jemaah haji telah diberangkatkan dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, kemarin.

Para calon jamaah haji itu diberangkatkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk bergabung dengan calon haji lainnya sebelum diberangkat ke Mekkah.

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Barat, calon jemaah haji didominasi warga asal Nusa Tenggara Barat, khususnya dari Pulau Bima dan Sumbawa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya