Jatim Setop Pengiriman Sapi

MI/FAISHOL TASELAN
15/8/2015 00:00
Jatim Setop Pengiriman Sapi
(ANTARA/OKY LUKMANSYAH)
PEMERINTAH Jawa Timur menutup semua perdagangan sapi ke luar Provinsi Jatim. Upaya itu untuk menjaga stok serta kebutuhan daging sapi di Jatim.

"Untuk sementara kita setop dulu sapi keluar dari Jawa Timur. Ini untuk menjaga stok serta kebutuhan Jatim sendiri agar harga daging sapi stabil," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, kemarin.

Selain itu, menurut Gubernur, aksi mogok di Jakarta dan beberapa daerah juga tidak berimbas ke Jatim sebab tidak cukup alasan mereka menggelar aksi itu.

Mulai Selasa (11/8), Soekarwo sudah memerintahkan dinas peternakan dan instansi terkait menutup seluruh jalur perdagangan. Penutupan dilakukan, khususnya di jalur Mantingan, Ngawi, serta jalur Tuban. Dua jalur tersebut selama ini memang menjadi jalur utama pengiriman sapi ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.

Stok sapi di Jawa Timur saat ini masih mencapai 4,1 juta ekor sehingga sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam provinsi. "Kita jaga dulu agar di Jatim daging tidak naik. Nanti kalau terus stabil baru kita lepas lagi sapi ke luar Jatim," ujarnya.

Dari data yang dimiliki dinas peternakan, harga daging sapi di Jawa Timur saat ini masih aman di kisaran Rp99.800 per kilogram (kg), atau masih normal.

Di Madiun, harga daging sapi yang sempat menyentuh Rp110 ribu per kg, kini turun menjadi Rp 90 ribu/kg. "Beberapa hari lalu bersamaan dengan mogoknya pedagang daging di Jakarta dan Bandung itu harga daging di Pasar Besar Madiun juga naik mencapai Rp110 ribu/kg. Namun, hari ini harga sudah berangsur turun," kata Kasi Statistik BPS Kota Madiun Sri Marheningrum, kemarin.

Cek penggemukan sapi

Di bagian lain, Kapolda Lampung Brigjen Pol Edward Syah Pernong mengaku pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap usaha penggemukan sapi (feedlot) di beberapa tempat, kemarin.

"Benar, kami sudah melakukan pengecekan terhadap usaha penggemukan sapi di beberapa tempat. Dirkimsus bersama anggotanya sudah turun," kata Kapolda Lampung.

Namun demikian, Edward belum bisa menyampaikan hasilnya secara rinci terkait dengan kerja anak buahnya dimaksud. Menurut informasi yang diperoleh, Dirkrimsus bersama timnya sedang menyelesaikan laporannya secara lengkap.

Informasi yang diperoleh media, belum ada indikasi yang kuat pengusaha penggemukan sapi di Lampung melakukan upaya ambil untung di tengah peliknya persoalan sapi secara nasional.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Kota Bandar Lampung, Tampan Sudjarwadi menyakini kecil kemungkinan pihak penggemukan sapi menahan barang, sebab setiap usaha menginginkan keuntungan sehingga tidak akan melepas sapi mereka sebelum waktunya.

Di Cimahi, Jawa Barat, kepolisian juga menyatakan belum ditemukan adanya indikasi penyelewengan yang dilakukan pengusaha penggemukan sapi. Kapolres Cimahi AKBP Dedy Kusuma Bakti, kemarin, menyebut di wilayah Cimahi ada tiga titik lokasi penggemukan sapi dan satu rumah pemotongan hewan. "Belum ada indikasi atau yang dicurigai menimbun sapi atau spekulan sapi," tegas Deddy.

Adapun di Kalimantan Selatan saat ini kekurangan 4.000 sapi untuk kebutuhan saat Idul Adha. Kepala Dinas Peternakan Kalsel Sabri Madani, kemarin, menyatakan kebutuhan sapi di Kalsel mencapai 10 ribu ekor.

Adapun Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, kemarin, meminta pemerintah pusat untuk memasok daging sapi impor ke Pulau Bangka. Masuknya daging sapi impor diharapkan dapat menekan harga yang kini di kisaran Rp110 ribu per kg. (Tim/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya