Jateng Amankan Stok Daging

Akhmad Safuan
14/8/2015 00:00
Jateng Amankan Stok Daging
(MI/FERDIAN ANANDA)
PERSEDIAAN daging sapi di Jawa Tengah mencukupi untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Harga daging sapi di pasaran stabil berkisar Rp95.000-Rp105.000 per kilogram, meskipun di tingkat pemotongan fluktuatif. "Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, persediaan daging sapi sangat mencukupi untuk tiga bulan ke depan, bahkan tergolong surplus," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kemarin. Berdasarkan data tersebut, demikian Ganjar, persediaan daging sapi di Jateng mencapai 29.827 ton dan kebutuhan daging sapi sebanyak 5.096 ton per bulan, bahkan berdasarkan keterangan dari Dinas Peternakan pada Agustus ini mengalami surplus sebanyak 909 ton, atau setara dengan 4.766 ekor sapi.

"Kalau hanya bicara Jateng aman, tetapi dalam masalah ini tentu kita bicara kepentingan nasional sehingga biar saja kelebihan daging Jateng dikirim ke luar daerah untuk menutupi kebutuhan daerah lain," ujarnya. Di bagian lain, gonjang-ganjing harga daging sapi di Jakarta dan Bandung tidak berpengaruh di Klaten, Jateng. Populasi ternak sapi potong surplus sehingga aman untuk kebutuhan hari raya kurban. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Klaten Sri Muryani mengungkapkan, populasi ternak sapi potong lokal saat ini sebanyak 95 ribu ekor.

Jumlah itu naik 10 ribu ekor ketimbang tahun lalu. Karena itu, Klaten tidak membutuhkan ternak sapi impor.
Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam surat edaran meminta para bupati/wali kota tidak memasukkan dan memotong ternak sapi eks impor. "Sekarang, Jawa Tengah termasuk Klaten merupakan daerah surplus ternak sapi dan penyangga ternak nasional. Maka, larangan memasukkan dan memotong sapi eks impor patut diapresiasi," ujar Sri Muryani, kemarin.

Harga daging sapi asal RPH Klaten, kemarin, stabil Rp120 ribu per kilogram. "Belum turun. Menjelang hari kurban harga sapi naik. Yang kecil saja Rp15 juta," kata Sukarjo, 57, pedagang di Pasar Klaten. Adapun pantauan angkutan hewan ternak sapi yang masuk Jawa Tengah tujuan ke Jakarta melalui Pos Lalu Lintas Ternak di jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Brebes, naik cukup signifikan. Kelangkaan sapi hanya terjadi pada sapi jenis Sumbawa dan Bali, tetapi kini sudah normal kembali.

Petugas Pos Lalu Lintas Ternak Tanjung, Brebes, Aris Indra Wahyudi, kemarin, menyebut jumlah hewan ternak yang datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara Barat naik hingga 30%.

Ternak melimpah

Dua wilayah di Jawa Timur, Bojonegoro dan Lamongan, berpeluang menjadi penyuplai daging di berbagai daerah di Tanah Air. Itu karena populasi hewan ternak di dua kawasan itu melimpah, hampir mencapai 50 juta ekor. Rinciannya, untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro terdapat 3.022.622 ekor dan Kabupaten Lamongan jumlahnya mencapai 46 juta ekor. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Hari Kristianto, kemarin, mengatakan populasi hewan ternak di kawasan Kabupaten Bojonegoro cukup melimpah.

Jumlah itu meliputi sapi 172.673 ekor, sapi perah 33 ekor, kerbau 1.020 ekor, dan kambing 110.461 ekor. Selain itu, jumlah populasi domba sebanyak 138.637, ayam petelor 21.700, itik 108.392, dan entok 43.180 ekor. "Populasi terbanyak ayam buras yang mencapai 1.5 juta ekor lebih dan ayam pedaging mencapai 906.420 ekor," ungkap Hari. Di Lamongan, terdata sapi potong mencapai 99.013 ekor, kambing 99.852 ekor, dan ayam ras sebanyak 45 juta ekor.

"Dengan populasi itu, kami rasa stok daging aman. Bahkan, bisa dikirim ke berbagai daerah," jelas Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, kemarin. Di dua wilayah itu harga daging sapi bisa tetap stabil, yakni pada kisaran harga Rp95 ribu-105 ribu per kg. Daging ayam bertahan pada kisaran harga Rp37 ribu-40 ribu per kg.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya