Pembangunan PLTN Pertimbangkan Kebutuhan Listrik

(RF/Ant/N-1)
26/8/2016 04:00
Pembangunan PLTN Pertimbangkan Kebutuhan Listrik
(MI/SUSANTO)

PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terkait dengan nilai ekonomi, politik, dan sosial. "PLTN memiliki nilai ekonomis yang luar biasa kalau dibangun dengan daya besar. Tapi kalau daya kecil percuma, tidak akan menguntungkan," ujar mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam seminar bertema Implementasi Kebijakan Energi Nasional dan Penguatan Peran Daerah dalam Menjamin Ketahanan Energi yang Berkelanjutan di Kampus Universitas Bangka Belitung di Pangkalpinang, Kamis (25/8).

Dengan demikian, menurut dia, bila hendak mendirikan PLTN di Babel, kebutuhan daya listrik harus dipertimbangkan. "Informasi yang saya dapat, di Babel hanya dibutuhkan 2.000 lebih megawatt. Kalau hanya segitu dayanya, sangat tidak menguntungkan. Seperti yang saya katakan, PLTN memiliki nilai ekonomis, semakin besar daya, semakin besar keuntungan yang didapat," kata dia. Untuk persoalan politik, lanjut dia, pembangunan PLTN tentunya membutuhkan kebijakan daerah. Baik dari kepala daerah maupun DPRD. Adapun persoalan sosial, menurut dia, yang terpenting ialah untuk realisasi PLTN sebab langsung berhubungan dengan masyarakat.

"Saya dulu mendesain pembangunan PLTN di Muria, Jawa Tengah, dengan daya 7 ribu Mw, tapi akhirnya batal karena masyarakat tidak terima." Purnomo menambahkan, dalam Kebijakan Ernergi Nasional (KEN), PLTN menjadi opsi terakhir dalam energi baru terbarukan (EBT). "Memang dalam KEN, EBT salah satunya ada PLTN sebagai opsi terakhir. Dengan begitu, sudah tepat harus diriset dulu sehingga tahu seperti apa nantinya," kata dia.

Secara terpisah, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berharap rencana investasi pembangunan PLTA di Sungai Kayan segera terealisasi pada tahun ini. "Paling tidak, pada tahun ini pembangunan PLTA tahap I sudah dapat dimulai. Minimal sudah dikerjakan pembangunannya pada tahap konstruksi," ujar Irianto. Dia menjelaskan, pembangunan tahap konstruksi menggunakan cara yang relatif baru. Apalagi bahan material diangkut ke kawasan pembangunan PLTA dengan letak geografis yang cukup sulit. Irianto melanjutkan, PT Kayan Hydro Power, selaku investor, akan mengeruk Sungai Kayan.
Jika tahap I, sudah sangat luar biasa," kata Irianto.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya