Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Angkasa Pura I memastikan telah memberhentikan dua petugas keamanan (aviation security/avsec) Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, karena diduga terlibat perdagangan manusia (human trafficking). "Saya menjelaskan bahwa benar yang bersangkutan (YLR dan MF) ialah karyawan bandara. Sekarang mereka tidak berdinas lagi," kata General Manager PT Angkasa Pura I (persero) Bandara El Tari Kupang Wahyudi kepada wartawan, Kamis (25/8). Wahyudi mengatakan YLR sudah bekerja di Angkasa Pura selama 15 tahun dan menunjukkan etika dan sopan santun yang baik sehingga dan tidak ada yang mencurigai.
Akan tetapi, dia memastikan PT Angkasa Pura I menyerahkan penyelesaian kasus itu kepada pihak berwajib. Sebelumnya, Kapolda NTT Brigjen Eustaceus Widyo Sunaryo mengungkapkan jaringan yang memperjualbelikan anak di NTT. Mereka didagangkan mulai harga Rp4,5 juta hingga Rp27,5 juta per orang. Malah ada 20 orang dihargai satu mobil Daihatsu Xenia. YLR termasuk agen perdagangan anak jaringan itu. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise saat di Palembang, Sumatra Selatan, berjanji akan terus mengawal penanganan kasus human trafficking dari NTT itu.
"Kami juga imbau pada masyarakat luas, jika menemukan kasus seperti itu, untuk segera melapor dan memberi informasi kepada pihak kepolisian, sehingga kasus human trafficking itu bisa segara dihentikan," terang Yohana. Bahkan, lanjut dia, pengawalan kasus itu berlangsung mulai dari pembentukan satgas khusus, pemberdayaan perempuan dan pelayanan terpadu, hingga ke tingkat hukum teratas. "Kami kerahkan semua sampai akhir keputusan hukum yang akan didapat pelaku," ungkapnya.
Sementara itu, Polres Kupang menggeledah tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal milik PT Mafan Samudera Jaya di Jalan Adi Sucipto di Kota Kupang. Namun, dalam pengeledahan itu, polisi tidak menemukan calon TKI, hanya ada paspor, KTP, akta kelahiran, ijazah, komputer, dan printer. Polisi juga membawa juru masak perusahaan tersebut untuk dimintai keterangan. "Kami menggeledah lokasi itu karena merupakan perusahaan ilegal," kata Kapolres Kupang AKB Adjie Indra Widiatma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved