UN Perbaikan di DIY Diikuti 706 Peserta

Agus Utantoro
24/8/2016 10:23
UN Perbaikan di DIY Diikuti 706 Peserta
(ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)

UJIAN Nasional Perbaikan (UNP) tingkat SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta akan diikuti 706 peserta. Padahal sebelumnya terdaftar 2.761 orang.

Staf Sekretariat Ujian Nasional (UN) DIY Dwi Agus Mudiharto menjelaskan dari jumlah tersebut empat di antara mereka berasal dari luar daerah.

"Dari 706 peserta yang telah melakukan daftar ulang, ada empat siswa berasal dari luar daerah," katanya.

Agus mengaku tidak mengetahui alasan 2.055 calon peserta lainnya batal mengikuti Ujian Nasional Perbaikan (UNP). Padahal UNP dapat menjadi sarana memperbaiki nilai mata pelajaran yang ada di bawah standar minimal.

"Peserta boleh mengikuti salah satu atau seluruh mata pelajaran asalkan nilainya di bawah 55," kata Agus.

Pelaksanaan UNP yang digelar mulai Senin (29/8) hingga Rabu (7/9), nantinya akan dilaksanakan di enam sekolah berbeda. Keenam sekolah tersebut adalah SMKN 5 Kota Yogyakarta sebanyak 348 peserta, SMKN 2 Sewon, Bantul sebanyak 50 peserta, SMAN 1 Bantul sebanyak 50 peserta, SMKN 1 Pengasih Kabupaten Kulon Progo sebanyak 71 peserta, SMAN 2 Depok
Kabupaten Sleman sebanyak 167 peserta, dan SMA 1 Wonosari Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 20 peserta.

Agus menambahkan pendaftaran UNP sebelumnya dibuka sejak Rabu (1/6) hingga Sabtu (16/8). Awalnya, kata dia, ada 2.761 calon peserta yang mendaftar ikut UNP. Namun, dari jumlah itu, lanjutnya, hanya ada 706 peserta yang melakukan daftar ulang pada Selasa (9/8) hingga Kamis (11/8).

"Kendati begitu, jumlah peserta UNP tahun ini jauh lebih banyak dibandung tahun lalu yang kurang dari 700 peserta," kata dia.

Menurut dia, UNP yang akan diselenggarakan pada 29 Agustus 2016 hingga 7 September 2016 itu secara keseluruhan akan dilaksanakan dengan berbasis komputer.

"Hari ini (23/8) dan besok (24/8) akan berlangsung pelatihan teknis ujian, khususnya bagi siswa yang sebelumnya mengerjakan ujian berbasis kertas," kata dia. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya