Ombak masih Tinggi,Lelang Ikan Turun

(LD/MG/AD/N-3)
13/8/2015 00:00
Ombak masih Tinggi,Lelang Ikan Turun
( ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto)
CUACA di Samudra Hindia di wilayah Jawa Tengah selatan dan DI Yogyakarta, masih buruk. Ketinggian ombak di laut mencapai 3,5 meter dan di pantai 3 meter. Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap Nurmaya mengatakan meski sudah turun ketimbang hari sebelumnya, ketiggian gelombang masih tetap membahayakan pengguna jasa kelautan, khususnya nelayan kecil.

"Selain gelombang tinggi, angin juga masih kencang. Di pantai kecepatan angin mencapai 20 knot dan di samudra 22 knot." Ia meminta nelayan tetap memperhatikan kondisi cuaca, terutama jika mereka nekat masih melaut. Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Tukiman menyatakan bahwa sebagian nelayan tidak melaut karena cuaca buruk.

"Hasil tangkapan yang dibawa ke tempat pelelangan ikan juga berkurang." Di darat, cuaca yang tidak bersahabat juga membuat puluhan hektare tanaman tembakau di Desa Kodik dan Samiran, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, rusak dan gagal panen. Batang pohon dalam kondisi kecil dan daunnya keriting, tanda-tanda rusak.

"Padahal, petani di dua desa itu sudah merawat tanaman mereka seperti biasa. Jumlah area tanaman tembakau yang rusak mencapai 16 hektare, 5 hektare di antaranya rusak parah dan gagal panen," ungkap Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Samiran, Musyaffak. Di lahan 5 hektare itu tidak ada daun tembakau yang bisa dipanen.

Adapun di lahan 11 hektare lainnya, petani hanya bisa memanen dalam kondisi yang dipaksakan untuk mengurangi kerugian. Cuaca buruk yang memengaruhi kerusakan tanaman itu terjadi karena pada malam hari kondisinya sangat dingin, sedangkan di siang hari sangat panas. "Sebagian petani yang tanamannya belum rusak segera memanen tanaman mereka meski belum waktunya dipanen," tambah Musyaffak.

Kemarin, hujan yang turun di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, disambut sukaria oleh warga. Ember, jeriken, dan jolang besar pun dikeluarkan untuk menampung air. "Air sumur kami sudah mulai mengering. Kami berharap musim hujan segera datang," kata Dani, 45, warga Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tasikmalaya Soni Sudrajat mengungkapkan krisis air bersih secara bertahap telah diatasi dengan mengirim bantuan air. "Banyak instansi yang mengirim air bersih, mulai pemerintah, swasta, hingga perbankan, juga polisi serta TNI."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya