Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA karyawan BTN Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, menjadi korban tenggelamnya pompong (kapal kayu) di perairan Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Mereka menjadi korban kapal yang tenggelam pada Minggu (21/8), seusai menjalani dinas kantor untuk mencari lokasi family gathering BTN Pangkalpinang. Mereka ialah Maratu Syahrani Ramadhan, 22, Rahmania, 22, dan Trisna Anggun Damayanti, 24. DBM BTN Pangkalpinang Bayu Birono, saat dihubungi di Pangkalpinang, kemarin, mengatakan ketiga karyawan BTN korban pompong itu sebenarnya berencana pulang ke Pangkalpinang, Senin (22/8). "Mereka bertiga dinas kantor untuk survei lokasi family gathering di Pulau Penyengat." Menurut Bayu, Pulau Penyengat menjadi salah satu opsi lokasi family gathering karena pantai yang bagus. "Salah satu opsi memang Pulau Penyengat, makanya mereka ditugaskan survei ke sana," ungkapnya.
Pihak perusahaan, kata Bayu, akan bertanggung jawab atas musibah itu. "Ini musibah yang kita semua tidak kehendaki, kami mengucapkan belasungkawa terutama kepada keluarga korban," ucapnya. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, kolega kerja korban menantikan kedatangan jenazah Rahmania. Jenazah dibawa ke rumah duka di Baturusa, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Sementara itu, jenazah Mahratu telah diterbangkan ke Jakarta pada Minggu (21/8) malam. Sementara itu, jenazah Anggun Trisna Damayanti, kemarin, diterbangkan ke Palembang, Sumatra Selatan, melalui Batam. "Mau dibawa pulang (ke Palembang)," kata saudara kandung korban, Rahmad Eko, di Terminal Kargo Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
"Hari ini (Senin) seharusnya dia berkunjung ke Batam. Sebelumnya ingin ke Pulau Penyengat dulu, tapi hal ini terjadi." Pompong yang tenggelam itu membawa 17 orang termasuk pengemudi tenggelam pada Minggu pagi. Sebanyak 12 korban ditemukan pada hari nahas itu, termasuk 2 orang korban selamat, yakni penumpang Resti, 25, dan pengemudi perahu Said. Tim pencari, kemarin, menemukan lagi empat jasad dari sisa lima korban pompong tenggelam, sehingga jumlah jasad yang ditemukan menjadi 14 orang. Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang ikut mencari korban memerintahkan seluruh armada transportasi laut di Kepri dievaluasi. "Untuk saat ini, kami fokus mencari korban. Jangan mencari siapa yang salah," jelasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved