PERUM Bulog Jawa Timur menyiapkan cadangan beras untuk Jawa Timur selama delapan bulan ke depan (Agustus 2015-Maret 2016) sebagai langkah antisipasi bencana alam El Nino. "Tidak perlu dikhawatirkan bakal terjadi kekurangan atau kelangkaan beras. Beras cadangan sudah kita siapkan sampai Maret 2016," kata Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Jawa Timur Witono di Surabaya, kemarin.
Menurutnya, program penyerapan gabah dan beras ke petani terus diakukan dan all out. Karena itu, cadangan beras untuk Jawa Timur aman sampai Maret tahun depan. Pihaknya menyadari, dengan El Nino, banyak daerah kekeringan serta banyak pula sawah yang puso sehingga pasokan beras berkurang.
Namun, dengan kerja keras untuk menyerap beras ke petani, Jawa Timur tidak akan sampai kekurangan. "Masyarakat tidak pelu khawatir sampai kekurangan," ujarnya. Untuk masalah harga, lanjut Witono, hingga kini harga beras di Jawa Timur masih relatif stabil. Harga beras medium antara Rp7.500/kg dan Rp8.500/kg. Adapun harga beras premium antara Rp8.500/kg dan Rp9.300/kg.
Pihaknya terus melakukan pemantauan dan operasi pasar sebagai langkah antisipasi agar harga-harga kebutuhan pokok di Jawa Timur tidak melonjak naik. Stok pangan aman hingga Februari tahun depan juga ditegaskan Bulog Subdivre Banyumas, Jawa Tengah (Jateng). Humas Bulog Banyumas M Priyono, kemarin, mengatakan stok beras di Gudang Bulog Banyumas masih mencapai 32 ribu ton lebih atau mampu mencukupi kebutuhan keluarga tidak mampu di empat kabupaten masing-masing Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.
"Meski saat sekarang harga pangan tinggi dan wilayah panen terbatas, penyerapan masih dapat berlangsung. Jumlahnya tidak banyak hanya kisaran 100-200 ton per hari," jelas Priyono, kemarin. Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan komitmen TNI untuk mendukung swasembada pangan nasional dan menentang impor komoditas pertanian yang dinilai akan merugikan petani.
Panglima mengungkapkan hal itu saat memimpin rapat koordinasi pertanian dan antisipasi kekeringan se-Kalimantan di Gedung Graha Abdi Persada, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, kemarin. "Swasembada pangan yang dicapai dalam beberapa bulan terakhir perlu kita kawal dan amankan," tegas Panglima TNI pada acara yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan KSAD Jenderal Mulyono itu.
Krisis air Di bagian lain, lebih dari 11 ribu keluarga di Cilacap, Jateng, menggantungkan pemenuhan air bersih dari distribusi pemkab setempat. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara, kemarin, mengungkapkan pihaknya telah mendistribusikan air bersih bagi 11 ribu keluarga lebih.
"Ada 11 ribu keluarga di 22 desa dan tersebar di 7 kecamatan. Kondisi kekeringan paling parah berada di tujuh desa di Kecamatan Patimuan dengan jumlah sebanyak 4.441 keluarga dan di delapan desa di Kecamatan Kawunganten sebanyak 3.850 keluarga," jelas Tri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangli, Bali, kemarin, mulai membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
Bantuan itu menyusul dampak krisis air bersih sejak beberapa pekan terakhir di Dusun Bluhi, Desa Suter, Kabupaten Bangli. Di Sukabumi, Jawa Barat, krisis air juga mendera. Debit air di semua titik mata air dan air sungai yang dikelola PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi terus menyusut mencapai hampir 50%.