250 Kapal Jadi Korban Perompakan di Lampung

(UL/PO/N-2)
22/8/2016 03:45
250 Kapal Jadi Korban Perompakan di Lampung
(MI/Hendri Kremer)

DALAM tiga bulan terakhir, sekitar 250 kapal nelayan asal Cirebon, Jawa Barat, telah menjadi korban perompakan di perairan Lampung. Meski tidak ada korban, aksi kawanan itu membuat nelayan mengalami kerugian yang cukup besar. "Perompak mengambil semua yang ada di kapal, mulai rajungan, bekal nelayan, elpiji, juga GPS. Korban dibiarkan di tengah laut dan harus menunggu pertolongan dari nelayan lain untuk bisa kembali ke darat," papar Ketua Serikat Nelayan Tradisional Cirebon, Ribut Bachtiar, minggu (21/8).

"Sudah ada 250 kapal yang melapor menjadi korban," tandasnya. Pendi, 34, nelayan asal Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, mengaku seminggu lalu menjadi korban perompakan. "Setelah beberapa hari hidup di laut, kami pulang tidak membawa hasil." Saat kejadian, ia tengah melaut bersama enam nelayan lain. Saat itu kapal sudah berisi 1 ton rajungan. "Pelaku memakai speed boat dan membawa pistol." Di sisi lain, ratusan nelayan asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terpaksa melaut ke perairan Kalimantan Selatan. Hasil tangkapan mereka di Laut Timor menurun drastis akibat pencemaran. "Di Kalimantan tangkapannya lumayan besar. Dari sekitar 100 perahu di Kelurahan Oesapa, hanya 15 perahu yang rutin beroperasi di Kupang dan sisanya pindah ke perairan Kalimantan," kata Gap Oma, nelayan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya