Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah tengah menggodok regulasi untuk mendorong koordinasi antara sektor industri dan peneliti. Tujuannya ialah agar inovasi yang dihasilkan para peneliti dapat berlanjut ke tahap penghiliran atau diproduksi secara massal untuk dipasarkan. Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti), Muhammad Dimyati, mengatakan faktanya memang tidak semua hasil penelitian dapat berlanjut ke tahap industri. Dari keseluruhan, hanya sekitar 22% yang sukses berlanjut ke tahap komersialisasi, sedangkan 60% gagal secara teknis dan 18% terhenti karena alasan nonteknis. “Biasanya gagal karena kualitas penelitiannya atau peneliti melakukan penelitian untuk dirinya sendiri. Bukan berfokus pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam forum diskusi bertajuk Komersialisasi dan Sciencetepreneurship untuk Meningkatkan Daya Saing Peneliti Indonesia yang menjadi rangkaian penyelenggaraan Ristekdikti- Kalbe Science Awards (RKSA) 2016, di Jakarta, Jumat (19/8). RKSA merupakan ajang penghargaan bagi para peneliti yang digelar Kemenristek dan Dikti bersama PT Kalbe Farma (Tbk) setiap tahun.
Menurut Dimyati, harus ada elemen regulasi guna mendorong koordinasi antara peneliti dan industri serta menjembatani mereka agar penelitian dapat sesuai dengan kebutuhan industri. “Dalam hal ini keberadaan konsorsium riset sangat penting. Jadi, ada peneliti, industri, dan pihak ketiga, yakni pemerintah dapat bertemu,” imbuhnya. Ia menambahkan ketersediaan dana merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan penelitian. Pemerintah kini tengah mengalokasikan sekitar 0,09% dari pendapatan domestik bruto (GDP) atau sekitar Rp16 triliun untuk pengembangan penelitian. Dalam kesempatan sama, pendiri PT Kalbe Farma Tbk Boenjamin Setiawan mengungkapkan pentingnya koordinasi antara peneliti, pemerintah, dan pihak industri. Dengan koordinasi tersebut, diharapkan hasil penelitian benar-benar dapat diaplikasikan dan berguna bagi masyarakat. “Untuk menghilangkan anggapan peneliti berpikiran tidak praktis dan
pengusaha hanya berpikir mengenai keutungan,” tukasnya. Pada kesempatan sama, Kepala Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nurul Taufiqu Rochman mengatakan peneliti amat berpeluang menjadi technopreneur dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi dan konsep wirausaha dalam melakukan riset. (Ind/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved