Jabar Ngahiji Jabar Kahiji

(R0/S-25)
22/8/2016 02:00
Jabar Ngahiji Jabar Kahiji
()

PADA usianya yang ke-71 tahun, Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Indonesia. Melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan daya saing, serta penciptaan pemerintahan yang bersih, transparan dan profesional, sebagai bagian dari Nawa Cita Pemerintahan Presiden Jokowi-JK. 19 Agustus 2016, Jabar merayakan hari jadinya yang ke- 71. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, Jabar memiliki cita-cita yang terutama ditujukan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Itu tertuang pada visi dan misi pasangan Gubernur-Wakil Jabar periode 2013-2018, Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar: Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua. Untuk mewujudkan visi itu serta menjadikan Jawa Jabar sebagai provinsi terbaik dan termaju di Indonesia tentu tidak mudah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar beserta seluruh stakeholder harus bersatu dan bahu membahu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Jabar dan mengelola kelemahan menjadi kekuatan. Visi besar ini kemudian dituangkan pada sejumlah target program. Antara lain membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing, perekonomian yang kokoh dan berkeadilan, meningkatkan kinerja pemerintahanprofesionalisme aparaturperluasan partisipasi publik, membangun infrastruktur strategis, serta meningkatkan kehidupan sosial, seni dan budaya, olahraga, dan pariwisata.

Dalam rentang waktu 71 tahun ini capaian indikator makro pembangunan (IPM) daerah Jabar, di antaranya adalah jumlah penduduk provinsi ini pada 2015 mencapai 46.7 juta jiwa lebih atau sekitar 18,9% dari total penduduk Indonesia. Kondisi capaian IPM Jawa Barat pada 2015 sebesar 69,50 poin, dengan indeks pendidikan 59,95 poin, indeks kesehatan 80,63 poin, dan indeks pengeluaran sebesar 69.45 poin dengan pengeluaran per kapita Rp9,78 juta. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada triwulan II 2016 sebesar 5,88%, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita (adhb) 2015 sebesar Rp32,65 juta. Infl asi pada 2015 sebesar 2.73%, sedangkan persentase penduduk miskin pada triwulan I Tahun 2016 menurun menjadi 8.95%; dan indeks gini sebesar 0,41 poin. Dalam penanaman modal asing (PMA), Jabar menyumbangkan kontribusi sebesar 60% terhadap perekonomian nasional. Dalam bidang pangan, Jabar memberikan kontribusi sebesar 17,76% dalam produksi beras nasional. Berbagai capaian Pemprov Jabar ini tentu tidak akan terwujud tanpa sinergitas yang
baik dengan kota/kabupaten di provinsi ini. Untuk itu, pada apel besar dalam rangka HUT ke-71 Jabar di Lapangan Gasibu, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Jumat (19/8), Gubernur Ahmad Heryawan meminta kepada aparat pemdanya melakukan program pembangunan yang lebih terarah dan bermanfaat untuk masyarakat. Apel besa itu melibatkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Jabar serta bupati/wali kota dari 27 kabupaten/kota.

Permintaan Aher itu selaras
dengan tema yang diusung tahun ini, Jabar Ngahiji Jabar Kahiji yang berarti Jabar bersatu untuk menjadi nomor satu. “Untuk merespon berbagai isu dan permasalahan pembangunan, serta pelibatan multi stakeholders dalam memujudkan hasil pembangunan yang lebih bermakna, perlu saya sampaikan beberapa hal kepada jajaran Pemerintah Daerah,” ujar Gubernur dalam amanatnya di apel tersebut. Gubernur Aher meminta tiga hal kepada para bupati/ wal ikota di daerahnya ini. Pertama, ia meminta agar pemda selalu mengedepankan sukses pelaksanaan pembangunan melalui paradigma baru penyusunan program dan anggaran yang berorientasi pada output dan outcome kelembagaan. “Penyusunan program anggaran itu juga harus memiliki indikator yang jelas, terukur, dan mudah dipahami oleh seluruh pegawai dan auditor intern maupun ekstern pemda,” tandas Aher. Kedua, Aher meminta kegiatan dan penyerapan anggaran supaya dibuat lebih cermat, sehingga bisa direalisasikan tepat waktu dan tepat sasaran. “Yang ketiga, saya minta para bupati/wali kota dan kepala OPD Pemprov Jabar dan kabupaten/kota bisa mempertahankan predikat wajar tanpa pengecualian,” pinta Aher. Predikat WTP, itu lanjut Aher, sebagai salah satu indikator pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Opini WTP ini penting juga sebagai salah satu representasi APBD yang berorientasi pada kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” tuturnya. Untuk mencapai ketiga hal itu, sambung Aher, tidaklah mudah. Namun, pihaknya terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur sebagai sarana untuk mencapai pembangunan yang lebih bermakna, yakni pembangunan yang terarah dan bermanfaat secara langsung untuk masyarakat. “Kita harus terus membangun SDM kita lebih baik lagi agar bisa bersaing dengan dunia global. Kita juga terus memperbaiki sistem pemerintahan kita, melakukan langkah-langkah perbaikan untuk perekonomian dan juga infrastruktur kita. Jadi kalau infrastruktur bagus, SDM bagus, regulasi bagus, ada kepastian hukum, ada jaminan keamanan maka Insya Allah kemajuan ekonomi dan lainnya akan terjamin,” tutup Gubernur Aher seusai apel. (R0/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya