1 Pekan, 600 Ha Hutan Terbakar

Rudi Kurniawansyah
20/8/2016 04:51
1 Pekan, 600 Ha Hutan Terbakar
(ANTARA/Rony Muharrman)

DALAM sepekan terakhir, sekitar 600 hektare (Ha) hutan dan lahan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah habis terbakar.

"Tim masih menghitung total luas lahan yang terbakar. Perkiraan sementara mencapai 500-600 ha," kata Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau Brigjen Nurendi di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Namun, lanjut dia, lahan yang terbakar tersebut dapat ditanggulangi meski sempat memasuki masa kritis.

Nurendi mengatakan Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai merupakan dua wilayah yang dilanda kebakaran lahan cukup luas.

Mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan tidak bertuan.

Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger mengatakan, sepanjang 2016 sudah 1.541,6 ha hutan dan lahan yang terbakar.

Saat ini, jelas dia, di Riau ada 1 helikopter MI 8, 1 unit helikopter MI 171, 2 unit helikopter Bell 214, dan 2 pesawat Air Tractor yang melakukan pemadaman dan penyemaian garam untuk modifikasi cuaca.

"Visibility atau jarak pandang masih aman," ujar Edwar yang juga menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Dia menjelaskan, selain water bombing, pihaknya juga telah menyemai garam sebanyak 34 ribu kilogram (kg).

"Sudah 34 kali sortie atau sekitar 34 ribu kg garam NaCl. Sisa cadangan yang tertinggal saat ini hanya 16 ribu kg NaCl," jelas Edwar.

Hutan Kalimantan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sebanyak dua helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga bersiap menggelar hujan buatan dengan menggunakan pesawat Casa milik TNI-AU.

"Izin terbang helikopter untuk water bombing sedang diproses di Kementerian Perhubungan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Titik api kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat melonjak dalam sepekan terakhir.

Satelit Modis milik NASA, kemarin pagi, mendeteksi 158 titik api di provinsi ini.

Pada sehari sebelumnya ada 106 titik api.

"Untuk mengover wilayah Kalimantan diperlukan armada Hercules C-130 yang memiliki daya jelajah luas dan mampu mengangkut 8 ton bahan semai (garam) untuk hujan buatan," jelas Sutopo.

Sutopo mengaku operasi hujan buatan sering terkendala karena keterbatasan armada sehingga operasi darat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan terus digencarkan di beberapa provinsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah Brigong Tom Moenandaz menjelaskan, sejak Agustus sudah sekitar 100 ha hutan dan lahan di Kalteng yang terbakar.

Saat ini, jelas dia, ada 2 helikopter yang ditempatkan oleh BNPB untuk membantu memadamkan kebakaran yang sukar dipadamkan oleh petugas darat karena cakupan cukup luas.

Patroli darat terus dilakukan di daerah yang rentan terbakar.

(AR/SS/RK/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya