PWI Kecam Penganiayaan Wartawan di Medan

MI
19/8/2016 08:25
PWI Kecam Penganiayaan Wartawan di Medan
(ANTARA/Wahdi Septiawan)

DEWAN Kehormatan PWI Pusat mengecam keras aksi anggota TNI Angkatan Udara yang menyerang, menganiaya, dan merampas alat-alat kerja wartawan di Medan, Sumatra Utara, Senin (14/8). Tindakan itu telah mengancam dan mengekang kemerdekaan pers.

"Aksi anggota TNI-AU itu juga sudah menginjak-injak sendi-sendi demokrasi berbangsa dan bernegara. Dewan Kehormatan PWI Pusat tidak dapat menoleransi adanya penyerangan, penganiayaan berat, dan perampasan alat kerja wartawan," ungkap Ilham Bintang, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, dan Wina Armada Sukardi, Sekretaris, kemarin (Kamis, 18/8).

Untuk itu, Dewan Kehormatan PWI meminta kepada otoritas yang berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggota TNI-AU dan seluruh pelaku.

Aksi penyerangan terhadap wartawan itu menimpa reporter MNC TV Andri Safrin Purba dan wartawan Tribun Medan Aray Agus serta beberapa wartawan lain. Saat itu, mereka tengah meliput unjuk rasa warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, yang terlibat sengketa lahan dengan TNI-AU.

"Penyerangan, penganiayaan berat, dan perampasan terjadi meski para wartawan sudah menyatakan identitas diri mereka. Akibat tindakan anggota TNI-AU itu, korban mengalami patah tulang, luka dalam, dan kehilangan alat kerja," lanjut Ilhman.

Kemarin, sejumlah wartawan di Semarang, Jawa Tengah, dan di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, menggelar aksi solidaritas mengecam tindakan anggota TNI-AU di Medan. (HT/RO/Ant/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya