60 Kapal Asing Pencuri Ikan Dikaramkan

MI
18/8/2016 10:25
60 Kapal Asing Pencuri Ikan Dikaramkan
(Antara/Regina Safri)

DALAM peringatan hari kemerdekaan tahun ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal-kapal yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia.

Jumlah kapal yang ditenggelamkan ialah 60 kapal di Batam, Pontianak, Sorong, Morotai, Tarempa, Bagan, dan Kalimantan Barat.

Namun, proses penenggelaman kapal tertutup untuk pers dengan alasan keamanan. Dari jumlah total kapal yang ditenggelamkan, 26 di antaranya ditenggelamkan di Natuna. Selain itu, di Morotai, dua kapal milik nelayan Filipina yang ditangkap KRI Sura 802 ditenggelamkan pada hari kemerdekaan oleh Satgas 115.

Penenggelaman kapal dilakukan sebelum upacara 17 Agustus di Lapangan Kencana, Natuna, Kepulauan Riau. “Penenggelaman kapal-kapal asing dilakukan KRI di sekitar pos Angkatan Laut di Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga,” kata Afrianto, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, kemarin.

Selain penenggelaman kapal, ada juga kapal sitaan yang dihibahkan ke Pemkab Natuna. Kapal yang dihibah­kan sudah berketetapan hukum di pengadilan. Empat kapal ikan yang dihibahkan berbendera Vietnam berkapasitas 25 gross ton dan 40 gross ton. “Kapal sudah menjadi barang sitaan negara dan diputuskan tidak ditenggelamkan, tapi dihibahkan ke Pemkab Natuna,” lanjutnya.

Kehadiran Susi di Natuna, selain memimpin penenggelaman kapal, untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan cold sto­rage berkapasitas 3.000 ton di Selat Lampa.

“Natuna cukup kaya dengan sumber daya lautnya. Mulai dari ikan hingga rumput laut. Apalagi posisi­nya yang strategis akan memberikan nilai lebih terhadap pengembangan Natuna di masa depan,” ujar Susi.

Menurutnya, Natuna yang menjadi ujung Indonesia paling luar harus dijaga agar tidak dijarah atau menjadi sarang pencuri.

“Ini harus dihentikan bila ada yang menjarah ikan di wilayah Indonesia,” tegas Susi saat memimpin apel siaga satuan tugas pembe­rantasan penangkapan ilegal ikan di Mako Lanal Ranai, Natuna, kemarin.

Susi menambahkan, ia akan mendesak pemerintah untuk menutup investasi asing di sektor perikanan. Menurutnya, usaha perikanan ha­rusnya dilakukan oleh masyarakat Indonesia.(HK/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya