Kelompok Santoso tidak Punya Penerus

MI
18/8/2016 10:15
Kelompok Santoso tidak Punya Penerus
(Antara/Muhammad Adimaja)

SEJAK tewasnya Santoso selaku pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada 18 Juli lalu, kelompok tersebut makin melemah dan tidak ada penerusnya.

Penegasan itu disampaikan Kepala Operasi Tinombala Kombes Almas Kolopaking kepada Media Indonesia.

“(Santoso) tidak ada wakilnya, dan dari pengakuan yang me­nyerah, Jumri, Salman, Samil, dan Jumiati, istri Santoso mengatakan tidak ada wakilnya,” ujar Almas saat berbincang dengan Media Indonesia di Polres Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (16/8).

Dengan ketiadaan wakil, organisasi tersebut tidak memiliki wakil atau penerus. “Kelompok tersebut makin lemah karena tidak ada penerusnya,” tegas dia.

Sementara itu, Satgas Operasi Tinombala 2016 kembali terlibat baku tembak melawan kelompok sipil MIT pada Rabu (17/8) sekitar pukul 08.30 Wita.

Dalam peristiwa itu, satu anggota MIT bernama Ibrohim asal Xinjiang, Tiongkok, tewas tertembak.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudi Sufahriadi mengatakan baku tembak bermula saat satgas Tinombala mengadakan patroli rutin di Pegunungan Padopi, Dusun Maros, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Dalam patroli itu, pasukan satgas bertemu dengan dua orang tidak dikenal, sehingga terjadilah baku tembak. “Satu di antaranya berhasil melarikan diri membawa satu pucuk senjata laras panjang organik jenis M-16,” terang Rudi di Palu, kemarin.

Sementara itu, di Jawa Tengah, anggota Deninteldam IV Diponegoro bersama Unit Intel Kodim Wonosobo menangkap dua orang yang diduga akan mengibarkan bendera IS di Jalan Raya Temanggung-Wonosobo, ruas Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, pada Selasa (16/8) petang.

Dua orang tersebut ialah M Taufik Ismail Salam warga Batang dan Siwi Prastyorini warga Dusun Toprayan RT 2 Desa Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Dari hasil pemeriksaan, kedua o­rang itu berencana mengibarkan bendera IS di Gunung Sumbing.

Sementara itu, di Sumatra Selatan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap Asep Nuryaman, 40, seorang penjahit bordir di rumahnya Jl Jendral Sudirman, Tangga Batu, Kelurahan Pasar, Kecamatan Muara Dua, Ogan Ko­mering Ilir, Sumsel, pada Senin (14/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Kapolda Sumsel Irjen Djoko Prastowo mengatakan Asep diduga merupakan pemasok senjata untuk teroris di Jawa Timur pada Februari lalu. (TB/Nyu/TS/AU/DW/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya