Atasi Kelompok Bersenjata dengan Pembangunan

MI
16/8/2016 09:15
Atasi Kelompok Bersenjata dengan Pembangunan
(Suasana Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya di Sugapa---DOK.PEMKAB INTAN JAYA)

DIAPIT deretan pegunungan dengan hutan belantara dan sungai serta rawarawa membuat wilayah Intan Jaya, Papua, bukan medan yang mudah, termasuk dari aspek keamanan, apalagi di tengah fakta adanya kelompok sipil bersenjata yang mendiami daerah pegunungan.

Tentu saja ada konflik horizontal antarmasyarakat karena perang suku.Wilayah Intan Jaya dihuni antara lain oleh suku Moni, Wolani, Dani, dan Nduga.

Namun, di bawah kepemimpinan Natalis Tabuni dan Pendeta Yan Kobogoyau, aksi letupan senjata justru tidak pernah terjadi. “Padahal wilayah ini bukan tidak ada kelompok yang disebut sebagai sipil bersenjata itu, seperti di Distrik Ugimba, tetapi bagi saya mereka warga negara yang berhak atas pembangunan,“ kata Natalis.

Ia bahkan pernah bertatap muka dengan kelompok itu di Distrik Ugimba bersama Danramil dan Kapolsek. “Intinya mereka meminta pembangunan. Dan ini seperti arahan Presiden Joko Widodo yaitu mengatasi persoalan ini dengan kegiatan ekonomi. Terbukti mereka terima sehingga bahkan saya mendengar sendiri bahwa siapa pun tidak boleh mengganggu wilayah ini,” kata Natalis menceritakan pengalamannya saat berdialog dengan anggota kelompok sipil bersenjata di Distrik Ugimba.

Termasuk konflik horizontal berupa perang antarwarga, dia mengutamakan pendekatan persuasif dan bukan keamanan, seperti menurunkan aparat bersenjata baik polisi maupun TNI.

“Terbukti dengan pendekatan persuasif, cepat dan tanggap ini mereka bisa menerima. Dan saya selalu turun untuk itu,” kata Natalis.

Rahasianya, kata dia, ialah mempelajari fi losofi hidup masyarakat, kehidupan sosialnya, adat-istiadat, sehingga tidak langsung dilimpahkan keamanan.

“Karena kalau ujung-ujungnya bentrok bisa pelanggaran HAM lagi yang terjadi. Dan syukur bahwa selama ini saya bisa pastikan bahwa pertumpahan darah yang sia-sia hampir semua bisa kami redam, demikian juga dengan aksi-aksi saudara kita yang kita sebut sebagai sipil bersenjata itu,” pungkas Natalis. (Ths/N-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya