Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RABU, 12 September 2012 ialah momentum baru alih kepemimpinan di bumi Intan Jaya untuk mengukuhkan kemenangan Natalis Tabuni dan Pendeta Yan Kobogoyau pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar untuk kali pertama sebagai daerah otonom baru.
“Kami melayani masyarakat di daerah ini dengan tiga hal pokok ini. Kami ingin masyarakat Intan Jaya itu sehat, pintar, dan sejahtera. Dan jika kami diberi kepercayaan lagi, kami akan lanjutkan visi ini,“ kata Natalis pekan lalu saat berbincang dengan Media Indonesia di kediamannya di Sugapa, Intan Jaya.
Beberapa komitmen Intan Jaya pintar, kata dia, diwujudkan dalam beberapa program dengan memetakan konsentrasi wilayah pendidikan di dua wilayah, yaitu Sugapa dan Homeyo, sehingga 4 distrik ke arah timur dan 4 distrik lainnya ke arah Barat.
“Harapannya dua titik ini jadi pilot project pusat pendidikan sampai tingkat SMA/SMK dan konsentrasi guru dipusatkan di sana.
Selain itu tentu saja kita juga memastikan satu sekolah dasar (SD) untuk satu desa, satu SMP untuk tiap kecamatan,” jelas Natalis.
Selain itu, komitmen pendidikan pemerintahan Natalis-Yan juga diwujudkan dengan mendatangkan guru-guru perintis karena kondisi guru-guru senior yang sudah mulai tua dan tentu sulit menghadapi medan yang ada. Saat ini, jelas dia, Kabupaten Intan Jaya sudah menggalang kerja sama dengan Lembaga Studi UGM.
“Tahun ini saja kami sudah rekrut 41 guru yang difasilitasi UGM dan tahun depan rekrut 50 lagi. Ditambah dengan kerja sama untuk mendatangkan mahasiswa semester akhir UGM untuk kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah kami. Sejauh ini sangat-sangat positif hasilnya,” ungkap Natalis.
Program pendidikan yang lain, kata dia, juga berfokus pada pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah berupa beasiswa pendidikan, termasuk memberikan mereka pemondokan atau asrama seperti di kota studi Manado, Jayapura, Makassar, Manokwari, Yogyakarta, dan Nabire.
“Harapannya tentu saja setelah selesai sekolah mereka kembali mengabdi di kampung mereka sendiri. Mereka tahu karakter masyarakat, cara hidup sosial, dan oleh karena itu mereka cocok untuk membangun daerah ini. Itu harapan kami,” tegasnya.
Sementara itu, untuk melayani kesehatan masyarakat, Natalis juga memastikan infrastruktur kesehatan, seperti puskesmas pembantu (pustu), puskesmas, dan rumah sakit tipe D khusus di Sugapa yang menjadi ibu kota kabupaten. “Kami juga membagi dua konsentrasi pusat kesehatan di distrik wilayah timur dan barat dengan membangun puskesmas rawat inap, ditambah pustu untuk desa-desa dan mendatangkan dokter PTT,” ujarnya.
Tak hanya itu, beberapa mahasiswa kedokteran diberi beasiswa oleh Pemkab Intan Jaya sehingga setelah selesai belajar, mereka bisa kembali mengabdi kepada daerah.
Saat ini kurang lebih ada 700 mahasiswa asal Intan Jaya yang sedang belajar di perguruan tinggi dengan berbagai jurusan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan serta aparatur pemerintah daerah.
“Saya menerima mandat melayani kabupaten ini dengan status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah kedua di seluruh Papua. Tentu saja dengan modal SDM yang sedang kami siapkan dan beberapa pada tahun lalu sudah kami petik hasilnya bisa mendongkrak pembangunan di daerah ini menjadi lebih baik yang tentunya semua mengarah pada makin sejahteranya masyarakat di Intan Jaya,” pungkas Natalis. (Ths/N-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved