Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Produksi padi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Januari-Juli sudah mencapai 80%, dari target yang ditetapkan tahun ini. Sisa target diperkirakan akan terpenuhi pada masa panen Agustus-Desember ini. Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY Sasongko mengatakan realisasi produksi padi di DIY mencapai 736 ribu ton dari target 920 ribu ton. “Di DIY tidak terjadi penurunan produksi padi meski kemarau basah. Sampai sekarang produksi padi sudah sesuai dengan target,” ujar Sasongko, Minggu (15/8). Di Klaten, Jawa Tengah, sebagian petani bingung menghadapi musim kemarau basah. Sejumlah petani di Kecamatan Cawas dan Trucuk mengakui selama musim tanam ketiga biasanya mereka menanam palawija karena kebutuhan air sedikit. “Tapi sekarang ini justru masih turun hujan sehingga kami kembali menanam padi,” ujar seorang petani.
Dinas Pertanian Klaten menyarankan agar petani menanam palawija usia pendek untuk menyiasati perubahan cuaca. Di Bojonegoro, Jawa Timur, pada musim tanam padi kali ini serangan hama masih menjadi ancaman. Sedikitnya 90 hektare tanaman padi di dua desa di Kecamatan Baureno terserang hama wereng dalam sepekan terakhir. Serangan hama pada tanaman yang hampir berbulir itu membuat petani resah. Dari Tasikmalaya dan Indramayu, Jawa Barat, petani tetap menanam padi selama musim kemarau basah seperti yang terjadi sekarang ini. Meski demikian, banyak pula petani di Tasikmalaya tetap menanam palawija, terutama di daerah yang sulit menampung sumber mata air seperti di Kecamatan Pancatengah, Cikalong, Cipatujah, Indihiang, Tamansari, dan Kawalu.
Ketua Asosiasi Gapoktan Tani Kota Tasikmalaya Yuyun Suyud membenarkan pada musim kemarau basah banyak petani menanam padi karena masih turun hujan. Pada bagian lain, ratusan petani tebu dari sejumlah daerah di Jawa Timur turun ke jalan. Mereka menolak adanya gula mentah impor karena dianggap bisa membunuh petani tebu. Selama aksi berlangsung ratusan polisi menjaga ketat di setiap sudut jalan yang dilalui pengunjuk rasa. Penanggung jawab Aksi Petani Tebu dan Pekerja Perkebunan Gula, Sunardi Edy Sukamto, mengatakan keberadaan pabrik gula (PG) ha-rusnya memperkuat industri gula nasional, terbukti menjadi bagian dari upaya sistematis masuknya gula mentah (raw sugar) impor. “Kami mendukung adanya PG baru asal jangan PG baru jadi kedok buat asing gelontorkan raw sugar impor ke dalam negeri,” tegasnya. (AU/JS/AD/YK/FL/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved