Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/kota memiliki wilayah daratan dan laut cukup luas dengan pulau-pulau terluar berpenduduk sekitar 6 juta jiwa.
Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dan Sinabang, Kabupaten Simeulue, adalah dua daerah yang dipisahkan oleh panjangnya lautan Samudra Hindia.
Gempa bumi disusul gelombang tsunami 2004 menyebabkan hubungan jalur laut kedua daerah ini terputus karena infrastruktur Pelabuhan Meulaboh di Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, telah hancur porak-poranda.
Sudah lebih 11 tahun pelayanan jasa penyeberangan dari Simeulue kepulauan terluar menuju daratan maupun sebaliknya dialihkan lewat Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji, Aceh Selatan, dan Singkil, Kabupaten Singkil.
Jarak tempuh Labuhan Haji-Simeulue sekitar 87 mil atau sekitar 8 jam, sementara bila melalui trayek Meulaboh-Simeulue harus menempuh perjalanan 105 mil atau sekitar 9-10 jam menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP).
Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) kembali menghubungkan masyarakat kedua daerah itu melalui program pengembangan tol laut Indonesia guna memperkuat poros maritim.
Sebagai langkah awal, pada Jumat (5/8), Kementerian Perhubungan, PT ASDP Indonesia Ferry (persero), Dishub Aceh, Dishubtel Aceh Barat, serta syahbandar melakukan uji sandar untuk mengetahui kelayakan beroperasinya Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Kuala Bubon, Kecamatan Sama Tiga.
Dengan beroperasinya pelabuhan penyeberangan Meulaboh-Sinabang sangat membantu kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang semakin tinggi. Sebab, selama ini mobilisasi penduduk selama ini tidak terangkut optimal karena layanan trip/rute pengangkutan masih terbatas.
“Ini memang sudah sangat lama diharap dan dinantikan masyarakat kita di Simeulue selama ini paling banyak masyarakat hendak ke daratan Meulaboh maupun ke Banda Aceh menggunakan Pelabuhan Labuhan Haji,” kata Kepala Dinas Perhubungan Simeulue Narmaidin.
Jadwal pengangkutan masyarakat dengan dua unit feri KMP Teluk Sinabang dari Simeulue menuju daratan Labuhan Haji ialah empat kali dalam 1 minggu, kemudian satu unit KMP pelabuhan Singkil melayani dua kali dalam satu minggu.
Ke depannya, Pelabuhan Meulaboh dapat melayani perjalanan delapan kali dalam satu minggu. Artinya, juga ada satu trip untuk jam siang hari.
Lebih murah
Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana memastikan kehadiran angkutan peti kemas via Pelabuhan Malahayati membuat pengiriman barang dari dan ke Aceh akan menghemat jasa per peti kemas sampai 50%.
“Alternatif pertama, yaitu angkutan darat dengan menggunakan truk dari Jakarta ke Banda Aceh via Merak Bakauheni menghabiskan biaya sekitar Rp17,5 juta dengan perjalanan selama 4 sampai 5 hari,” katanya.
Sementara, alternatif lainnya pelayaran dari Jakarta ke Belawan dan selanjutnya dari Belawan ke Banda Aceh, via jalur darat dengan menggunakan truk biaya angkutnya diperkirakan Rp13,5 juta dengan waktu tempuh 4-5 hari.
“Sedangkan alternatif terbaik yang ditawarkan, yaitu pelayaran dari Jakarta langsung ke Pelabuhan Malahayati, biaya angkutnya sekitar Rp7 juta dengan waktu perjalanan selama 4 hari saja,” sebutnya. Menurut Bambang, biaya jasa via laut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jalur dara.
Dia menambahkan, dua perusahaan akan mengangkut peti kemas dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Malahayati, yaitu PT Pelayaran Tempuran Emas dan PT Kanaka Lines. Kapal milik Tempuran Emas akan melakukan bongkar muat seminggu sekali dan Kanaka Lines memilih sebulan dua kali
Selain itu, kedua perusahaan itu dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebagai perbandingan untuk mengangkut peti kemas berukuran 500 TEUs (twenty foot equivalent units) dengan truk dari Jakarta ke Banda Aceh membutuhkan 360 ton bahan bakar, sedangkan angkutan peti kemas dengan jumlah sama dengan menggunakan hanya membutuhkan satu kapal yang menghabiskan sekitar 60 ton bahan bakar.
Pelabuhan Malahayati memiliki dermaga sepanjang 384 meter dan menampung 3 kapal ukuran 100 meter dengan muatan 300 TEUs peti kemas sekaligus.
Di pelabuhan itu juga terdapat satu unit harbour mobile crane (HMC) dengan kapasitas daya angkut 80 ton, 3 unit forklift, dan 6 truk pengangkut peti kemas. Pelabuhan itu terletak sekitar 35 kilometer dari Banda Aceh dengan memiliki kedalaman alur 9,5 meter.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah menjelaskan kehadiran pelayaran peti kemas di Aceh diharapkan bisa menjadi penggerak utama kebangkitan perekonomian rakyat.
“Masyarakat bisa menggunakan jasa pengiriman kopi, cokelat, pinang, dan segala hasil alam dan produk lokal untuk dipasarkan secara luas,” katanya.
“Pemerintah Aceh siap mendukung langkah PT Pelindo dalam rangka meningkatkan potensi dan keberadaan Pelabuhan Malahayati ini.
Dengan demikian akan lebih banyak lagi kapal-kapal yang memanfaatkan keberadaan pelabuhan ini sebagai feeder tol laut Indonesia di wilayah barat,” pungkasnya. (Ant/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved