Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGSA Indonesia kaya akan sejarah. Hanya, yang perlu menjadi perhatian ialah upaya para generasi penerus dalam menjaga warisan budaya.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al-Azhar menilai perlindungan terhadap warisan budaya setempat cenderung lemah sehingga terancam mengalami pendangkalan makna, pelemahan fungsi, penyempitan ruang gerak, dan akhirnya terlupakan.
“Undang-Undang Cagar Budaya baru melindungi 12 (cagar budaya) di Riau. Salah satunya, Masjid Raya Pekanbaru terancam karena proses renovasi hampir menggerus 75% dari bentuk aslinya,” kata Al-Azhar di Pekanbaru.
Padahal, menurutnya, Riau kaya akan warisan sejarah karena di daerah itu pernah berdiri 20 kerajaan. Hanya, lanjut dia, sejak 2010-2015, Riau hanya memiliki 5 warisan budaya yang diakui Cagar Budaya Riau.
Secara terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Didik Nuryanto, memaparkan ada enam kesenian khas daerah yang sudah di ambang kepunahan dan satu yang telah punah.
Ande-ande lumut ialah budaya yang telah punah. Adapun yang dalam kondisi terancam ialah tawinan, gambus, bojrosanti, nini cowong, lakatan, dan wayang orang.
Ande-ande lumut merupakan ketoprak mini, berkisah tentang Panji Asmoro Bangun. Pentas ande-ande lumut terakhir teridentifikasi pada 1960-1970-an. Saat ini tak satu pun grup kesenian itu yang tersisa.
Tawinan dan gambas berupa tarian dan musik. Saat ini, hanya ada satu grup tawinan, sedangkan grup kesenian gambas telah sirna.
Bojrosanti merupakan musik dan lagu-lagu bernuansa budhist. Saat ini hanya tersisa satu grup kesenian bojrosanti di Kecamatan Parakan.
Kesenian nini cowong merupakan tarian bernuansa magis. Adapun lakatan merupakan kesenian yang menyerupai kuda lumping. Saat ini hanya ada grup kesenian lakatan di Dusun Pacitran, Desa Baledu, Kecamatan Kandangan.
Kesenian wayang orang juga tidak menunjukkan perkembangan yang bagus. Saat ini tinggal tiga grup kesenian wayang orang, tapi pemainnya sudah tua dan sebagian sudah meninggal. “Tidak ada regenerasi untuk wayang orang.”
Di Surabaya, Jawa Timur, rumah radio perjuangan Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10, Tegalsari, justru telah dibongkar dan rata dengan tanah tanpa sepengetahuan Tim Cagar Budaya Kota Surabaya.
Padahal, di era perjuangan kemerdekaan, dari studio rahasia itulah suara berapi-api dan pekik takbir Soetomo atau Bung Tomo dipancarkan.
“Sayang sekali, lolos dari bom sekutu pada 1945, saksi bersejarah itu justru dihancurkan bangsa sendiri,” kata pemerhati bangunan cagar budaya, Kuncarsono Prasetyo.
Masuk museum
Di sisi lain, peralatan musik seni tradisi Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, masuk museum Belanda. “Kami bangga peralatan musik Badui itu ada di museum Belanda,” kata Saija yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Saija.
Peralatan musik tradisi Badui yang masuk museum di ‘Negara Kincir Angin’ itu antara lain tarawangsa, kelempung, rendo, suling, goong, dan rinding.
Seni tradisi budaya Badui itu berkembang sekitar 1930-an. Bahkan, orang Belanda belajar memainkan musik Badui hingga bisa memainkan alat musik kelempung, rendo, suling, goong, dan rinding.
Sementara itu, pekerja proyek perbaikan Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menemukan meriam kuno yang tertimbun di dalam tanah di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Meriam kuno itu memiliki panjang sekitar 2 meter dengan diameter badan meriam 80 cm dan diameter moncong 20 cm.
Menurut para pekerja proyek perbaikan jembatan Tatas dan peninggian Jalan Jenderal Sudirman, meriam ditemukan pada kedalaman 1,2 meter di bawah aspal Jalan Jenderal Sudirman. Kawasan ini merupakan daerah rendah dan sering terendam saat air sungai pasang.
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyempatkan diri melihat secara langsung meriam kuno tersebut. Dia juga meminta agar meriam kuno itu menjadi koleksi Museum Lambung Mangkurat.
“Meriam kuno tersebut hendaknya menjadi koleksi Museum Lambung Mangkurat dan menjadi bahan pembelajaran bagi pelajar di daerah ini karena memiliki nilai sejarah,” tutur Sahbirin. (TS/Ant/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved