Fokus Kelola Sektor Unggulan

Siswantini Suryandari
16/8/2016 06:25
Fokus Kelola Sektor Unggulan
(Wisatawan berlayar di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten---MI/PANCA SYURKANI)

TANJUNG Lesung salah satu dari 10 destinasi pariwisata di Indonesia menjadi pemicu kebangkitan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, untuk maju dan mandiri di sektor pariwisata.

Penegasan itu disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita yang bertekad menjadikan Kabupaten Pandeglang sebagai destinasi pariwisata berskala internasional.

“Pemerintah pusat menjadikan Kabupaten Pandeglang sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Ini sebuah peluang bagi Pandeglang untuk membangun kawasan pariwisata yang tetap mengutamakan kearifan lokal,” ujar Irna yang dilantik bersama wakilnya, Tanto Warsono Arban, pada 23 Maret lalu.

Mantan anggota DPR RI periode 2014-2016 ini menjelaskan bahwa di Pandeglang terdapat 200 destinasi pariwisata yang unik. Dia menyebutkan, selain Pantai Tanjung Lesung, ada juga penangkaran badak cula satu di Ujung Kulon, pemandian Cikoromoy, pemandian air panas Cisolok, dan lainnya.

“Dengan dijadikannya Kabupaten Pandeglang sebagai KSPN, maka kami harus membenahi kondisi di sana, terutama infrastruktur jalan. Selain itu juga persoalan lain yang sedang kami tangani mulai dari air limbah, air bersih, jalan-jalan menuju poros desa dan lainnya,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur jalan menjadi skala prioritas karena para wisatawan akan berdatangan apabila akses jalan cukup baik. Apalagi pada 2019, jalan tol menuju Pandeglang sudah selesai. “Bisa dibayangkan, akan semakin banyak orang berdatangan ke Pandeglang untuk berwisata. Waktu yang singkat ini sekitar 1,5 tahun akan kami manfaatkan untuk mempersiapkan pembangunan fisik dan SDM untuk mendukung pariwisata Pandeglang,” ujarnya.

Namun, anggaran untuk infrastruktur tidak mencukupi. Dari perhitungan, bahwa untuk membangun seluruh infrastruktur jalan hingga paripurna atau sudah diaspal hotmix membutuhkan anggaran Rp15 triliun, sedangkan APBD Kabupaten Pandeglang hanya Rp2,6 triliun, dan hampir Rp1 triliun untuk belanja daerah. “Saya memohon kepada pemerintah pusat dan Provinsi Banten membantu Pandeglang dalam pembangunan infrastruktur ini,” harapnya.

Dari 200 destinasi pariwisata yang ada, baru 10% yang digarap karena keterbatasan fiskal. Meski anggaran terbatas, Pemkab Pandeglang tetap menggenjot sektor pariwisata ini dengan mempersiapkan kantong-kantong wisata.

Ada sejumlah kecamatan di Pandeglang yang menjadi pendukung pariwisata. Masyarakat penggiat pariwisata di kecamatan-kecamatan itu mulai dilatih keterampilan untuk membuat kerajinan. Irna menyebutkan kerang-kerang di Cirebon diekspor ke Jepang dalam bentuk kerajinan tangan. Sementara di Pandeglang, kerang-kerang tersebut belum diolah sebagai produk kerajinan. Saat ini para perajin mulai dilatih untuk membuat kerajinan dari kerang. Demikian juga dengan kerajinan tas pandan juga tengah dikembangkan.

“Tas terbuat dari daun pandan. Tapi setelah jadi, tidak tampak itu terbuat dari pandan karena cukup bagus. Kemudian, jam tangan dari kayu. Ada working group yang membuat kerajinan jam tangan kayu menjadi ciri khas Pandeglang. Kemudian yang baru kami kembangkan adalah batik Cikaduen, batik khas Pandenglang,” ujarnya.

Sejahterakan masyarakat
Sudah ada 200 pembatik yang memiliki keahlian membuat corak batik Cikaduen. Irna mendorong hidupnya industri kreatif agar produk lokal berkembang di tengah banyaknya barang impor masuk ke wilayahnya.

“Barang impor tidak bisa dihindari, tetapi kami berkewajiban untuk menyejahterakan masyarakat dengan menguatkan industri kreatif supaya mengurangi pengangguran. Barang-barang lokal dikenal masyarakat luas dan memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Irna memberi alasan.

Kemudian, homestay pun tengah dibangun di sekitar objek-objek pariwisata. Rencananya ada 5000 homestay yang akan dibangun, tetapi baru 60 homestay yang selesai.

Kemudian, menuju ke Tanjung Lesung disediakan landasan pacu untuk pesawat berpenumpang sekitar 30 orang. Pesawat kecil yang biasanya disewa wisatawan bisa mendarat di Tanjung Lesung. “Jarak menuju Tanjung Lesung makin dekat dengan pesawat carteran itu.”

Selama 1,5 tahun, seluruh SDM pariwisata dan pembangunan infrastruktur dibangun. “Sektor pariwisata ini bisa menumbuhkan perekonomian daerah dan menjadi pemasukan untuk pendapatan asli daerah. Selain infrastruktur jalan, Pandeglang juga akan membangun rumah sakit internasional karena nantinya para wisatawan yang datang selain domestik juga luar negeri.”

Pemerintah Kabupaten Pandeglang pun akan banyak menggelar acara-acara yang menarik kunjungan wisatawan.

Dia optimistis Kabupaten Pandeglang mampu bersaing dengan daerah lain di sektor pariwisata. Saat ini pun kabupaten-kabupaten sekitar banyak belajar ke Pandeglang, untuk mempersiapkan SDM pariwisata.

“Harapan saya dengan masuknya Pandeglang ke kawasan ekonomi khusus dan dijadikan kawasan pariwisata nasional, daerah yang saya pimpin bisa maju, mandiri, dan tidak lagi sebagai kabupaten tertinggal,” tegasnya. (N-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya