Kemarau Basah Untungkan Petani

Agus Utantoro
15/8/2016 10:30
Kemarau Basah Untungkan Petani
(MI/Agus Utantoro)

KEMARAU basah seperti sekarang ini membawa dampak positif bagi para petani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas lahan sawah untuk penanaman padi mengalami peningkatan sekitar 2.000 hektare (ha).

"Adanya gangguan cuaca kemarau basah justru lahan pertanian padi meningkat. Jika tahun lalu pada kisaran 49 ribu ha, pada tahun ini berkisar 51 ribu ha," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Edy Sri Harmanto, kemarin (Minggu, 14/8).

Bertambahnya luas tanam padi di Sleman itu terjadi akibat kemarau basah. Jumlah pasokan air untuk tanaman padi tercukupi. "Kemarau basah tidak menyebabkan sawah kelebihan air, malah pas. Tidak ada masalah dengan hasil panen," tambahnya.

Sejumlah kecamatan yang mempunyai hasil tanam padi cukup baik selama musim kemarau basah ialah Kecamatan Moyudan, Minggir, Depok, Kalasan, dan Prambanan.

Di Jawa Timur, para petani memanfaatkan lahan yang sebelumnya telantar untuk ditanami kembali. Kemarau basah menyebabkan pasokan air di sungai mencukupi.

Lahan-lahan di sekitar sungai di sekitar pantura Jawa Timur, seperti Bojonegoro, mulai ditanami padi, sedangkan untuk lahan yang jauh dari sungai, petani memilih menanam jagung atau palawija. "Kami bersyukur pertengahan tahun masih ada hujan," ujar Ridwan, petani Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Hujan deras yang mengguyur wilayahnya membuat para petani di kampungnya serentak menyemai benih pada musim tanam kedua ini.

Pada musim tanam kali ini, sejumlah daerah mulai mewaspadai serangan hama atau binatang. Di Indramayu, Jawa Barat, ratusan ha sawah milik petani di Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, diserang hama tikus. Area persawahan yang diserang hama tikus mencapai 100 ha. "Luas sawah di desa kami 380 ha, 100 ha di antaranya diserang hama tikus," ujar Kepala Desa Karanglayung, Hasan Bisri.

Dari Aceh, sedikitnya 17 gajah liar menyerang lahan milik petani di Desa Turue Cut, Kemukiman Lutung, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie. Ratusan ha tanaman padi yang sedang berbulir hancur karena dirusak gajah.

Di Singaraja, Bali, memasuki musim tanam ini, area persawahan seluas 3.577,70 ha di Kabupaten Buleleng dilindungi asuransi usaha tanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Nyoman Swatantra, menjelaskan asuransi itu bertujuan melindungi risiko kerugian jika terjadi gagal panen akibat penyakit atau bencana alam.

Tanam cabai
Kalimantan Tengah (Kalteng) mengembangkan aneka cabai seluas 306 ha. Budi daya cabai yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Kalteng itu dilakukan karena tingginya permintaan. Budi daya cabai di lahan seluas 306 ha itu nantinya bisa menghasilkan cabai hingga 1.224 ton.

"Sekarang ini kebutuhan cabai di Kalteng dipasok dari Jawa. Oleh karena itu, dengan melakukan penanaman sendiri, nantinya kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri," kata Kabid Pengembangan Agrobisnis, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng, Dewi Erowati.

Dari 14 kabupaten/kota di Kalteng, ada 12 kabupaten yang telah siap membudidayakan cabai besar, keriting, dan cabai rawit. Ada dua kabupaten siap tanam cabai, yakni Kabupaten Barito Utara seluas 1 ha dan Kotawaringin Timur 75 ha. "Kedua kabupaten siap budi daya cabai," ujarnya.(YK/UL/RS/MR/SS/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya