Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TITIK panas indikator adanya kebakaran hutan dan lahan terus bertambah. Di Sumatra, Minggu (14/8), total ada 92 titik panas, 66 titik di antaranya berada di Riau.
Lonjakan titik panas itu seiring dengan meningkatnya suhu panas yang mencapai 35 derajat celsius. Pekan lalu, titik panas di Sumatra berada di 60-70 lokasi.
Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin mengatakan ke-92 titik panas tersebar di empat provinsi. Selain Riau, di Sumatra Selatan ditemukan 20 titik, Sumatra Utara 5 titik, dan Lampung 1 titik. "Dari 66 titik panas di Riau, 36 titik di Rokan Hilir, 12 titik di Dumai, Bengkalis 8 titik, Rokan Hulu 5 titik, Siak dan Meranti masing-masing 2 titik, serta Kampar 1 titik." Dia berharap partisipasi semua pihak, baik perusahaan maupun masyarakat, untuk menjaga lahan mereka dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Minggu (14/8), kebakaran lahan sudah mengepung Kota Pekanbaru. Setelah lahan seluas 3 hektare di kawasan Air Hitam, kebakaran lahan juga melanda semak belukar gambut di Kecamatan Payung Sekaki.
Di Jalan Sukarno-Hatta, tampak kepulan asap tebal yang membubung dari arah Rimbo Panjang, perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Dari Polda Riau dikabarkan, penyidik sudah menetapkan 79 tersangka perorangan dari 64 kasus laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Para pelaku kebanyakan merupakan para petani atau masyarakat peladang yang melakukan pembukaan lahan. Total lahan yang terbakar mencapai 387,985 hektare. "Empat perkara masih dise-lidiki dan 16 kasus sudah memasuki proses penyidikan. Selain itu, 4 kasus sudah tahap satu dan 38 kasus telah P21," ungkap Kabid Humas Polda Riau AKB Guntur Aryo Tejo. Kondisi berbeda terjadi di Sumatra Barat. "Sumatra Barat nihil api karena potensi hujan masih cukup tinggi," kata Kepala Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang, Edison Kurniawan. Meski tidak ada titik panas, wilayah itu justru berpotensi mengalami cuaca buruk, khussunya di perairan.
Hujan dengan intesitas ringan hingga lebat yang disertai angin masih terjadi di pesisir. Di Kalimantan Timur, kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang pada 2015 mengalami kebakaran hebat menjadi perhatian tersendiri bagi Pemkot Balikpapan. "Saya siap menanggalkan jabatan jika HLSW terbakar lagi," janji Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan Suryanto. Ia memaparkan penanganan titik rawan kebakaran di HLSW sudah lebih baik dari sebelumnya. Selain lebih te-rencana, pemkot juga mendapat bantuan dari Yayasan Ponatura. Ada 23 lokasi yang rawan kebakaran di HLSW. Titik panas bersumber pada tanah yang mengandung batu bara, yang rawan terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved