KELANGKAAN stok vaksin antirabies di Bali terjadi karena produsen vaksin belum bisa memenuhi permintaan. Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengusulkan eliminasi anjing, terutama anjing liar dan anjing yang sengaja diliarkan.
Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mendukung langkah Gubernur Bali karena sudah banyak korban jiwa yang jatuh akibat anjing liar rabies.
"Keberadaan anjing liar di Bali semakin marak. Banyak wisatawan memprotes dan menyampaikannya ke konsulat mereka."
Kekosongan stok vaksin antirabies mendapat kritikan tajam dari Ketua Fraksi PDIP I Nyoman Parta. "Target Bali bebas Rabies 2018 sulit terwujud karena pengadaan vaksin antirabies sering terkendala, bahkan saat ini kosong."(OL/N-3)