BPBD Kalteng Minta Pinjaman 2 Heli Lagi

13/8/2016 02:45
BPBD Kalteng Minta Pinjaman 2 Heli Lagi
(ANTARA)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah meminta tambahan pinjaman dua helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala BPBD Kalteng Brigong Tom Moenandaz, di Palangkaraya, Jumat (12/8), mengungkapkan selama bulan ini terjadi kebakaran di sejumlah titik di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur.

Dia menjelaskan pemerintah pusat telah meminjamkan dua unit helikopter untuk pemadaman.

Helikopter itu telah tiba pada Kamis (11/8).

"Saat ini kami masih meminta dua helikopter lagi untuk memadamkan dan memantau lahan gambut di Kota Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, Gunung Mas, dan Barito Selatan," tuturnya.

Widyaiswara Utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Waldemar Hasiholan mengungkapkan, dalam rangka mengantisipasi karhutla 24 desa rawan di Kalteng, para kepala desa dimodali alat global possitioning system (GPS) yang merupakan bantuan dari Kementerian LHK dan United Nations Development Programme (UNDP).

Alat sebesar telepon seluler (ponsel) itu akan digunakan para kepala desa untuk mengetahui titik koordinat bila di wilyah mereka terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Dia menjelaskan, dengan dimodali alat GPS keluaran terbaru itu, kepala desa dan personel manggala agni bisa makin cepat berupaya memadamkan kebakaran.

KLHK bisa meneruskan titik koordinat karhutla yang diperoleh dari satelit ke manggala agni untuk kemudian disampaikan ke kepala desa.

Setelah itu, lanjut dia, kepala desa dengan tim terlatih bisa langsung terjun ke titik koordinat kebakaran.

Sementara itu, kebakaran Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan, Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, yang melanda sejak Selasa (9/8), telah dipadamkan.

Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaun mengungkapkan, akibat kebakaran itu, sedikitnya 4 hektare (ha) tahura rusak.

Husaini menduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran itu, yakni oleh sekelompok orang yang ingin membuka lahan baru di kawasan yang terkenal sangat subur tersebut.

Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Edwar Sanger, di Pekanbaru, mengungkapkan, sepanjang 2016, sedikitnya 1.500 ha kawasan hutan dan lahan hangus terbakar. (SS/RK/MR/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya