AKTIVITAS vulkanis Gunung Raung di Jawa Timur hingga kemarin masih terus berlangsung. Bahkan, sejak Selasa (4/8) malam, terjadi peningkatan gempa tremor hingga amplitudo dominan 31 milimeter. Sebaran abu vulkanis dari letusan Gunung Raung makin tebal dan meluas. Berdasarkan citra Satelit Himawari, pukul 08.00 WIB, sebaran abu meluas ke selatan-tenggara.
Jarak terdekat abu vulkanis dari Bandara Ngurai Rai, Denpasar, Bali, hanya sekitar 18 km. Kondisi demikian menyebabkan Bandara Ngurah Rai ditutup sementara pada pukul 11.00 sampai pukul 17.00 Wita berdasarkan NOTAMN A1635/15, demikian keterangan tertulis Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kemarin.
"Risikonya sangat tinggi. Arah angin bisa saja berubah mendadak. Makanya, kami mengambil keputusan menutup seluruh penerbangan sambil menunggu pantauan selanjutnya," ujar Co GM Angkasa Pura Ngurah Rai IGN Ardita, kemarin. Peningkatan aktivitas Gunung Raung tersebut diikuti suara gemuruh yang kuat dan berlangsung terus-menerus sepanjang waktu.
Suara gemuruh juga menyebabkan getaran di kaca-kaca jendela rumah warga. Di samping itu, bila diamati saat malam hari dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, puncak kawah mengeluarkan semburan lava pijar dan cahaya api.
Pola semburan lava pijar yang menjadi tontonan masyarakat tersebut mirip air mancur atau kembang api yang meletus di udara. Dalam istilah kegunungapian, itu disebut tipe strombolian. Tim Sosialisasi Tanggap Darurat Raung dari PVMBG Isya Nurrahmat Dana mengatakan suara gemuruh Raung terdengar lebih kencang karena kaldera yang terbentuk bila digambarkan mirip dengan corong. "Suaranya menggema dan terdengar lebih keras," jelasnya.
Pengungsi Sinabung Di bagian lain, pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatra Utara, membutuhkan perhatian karena kehabisan stok kebutuhan sehari-hari. Koordinator pengungsi di Posko Pengungsian KNPI di Kabanjahe, Bali Ukur Tarigan, kemarin, meminta pemerintah daerah setempat untuk kembali secara serius memerhatikan kebutuhan para pengungsi selain makan dan minum.
Menurut Bali Ukur Tarigan, 1.469 pengungsi Sinabung, khususnya yang berada di Posko KNPI Kabanjahe, sejak sebulan lalu sudah kehabisan stok kebutuhan, terutama untuk anak balita, seperti pampers, susu, gula, dan obat-obatan. "Kami sudah sampaikan kepada Pemkab dan BNPB Karo, tetapi sampai sekarang belum mendapat jawaban. Jawaban dari mereka katanya mereka juga kehabisan stok," ujar Bali Ukur Tarigan.
Terkait gunung api, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengungkapkan pentingnya memodernisasi teknologi kegunungapian dan meningkatkan sumber daya manusia terkait kegunungapian. Hal itu ditegaskan Menteri ESDM Sudirman Said saat berkunjung ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yogyakarta, kemarin.
Menurut Sudirman Said, urusan kebumian dan kegunungapian di Indonesia dinamis karena Indonesia masuk dalam kawasan ring of fire. "Sebagai kementerian yang ditugasi mengelola kebumian dan kegunungapian, kami akan terus memperkuat teknologi dan sumber daya manusia," kata dia.