MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan Bupati Garut harus bertanggung jawab atas tewasnya Fazri Fauzi, siswa SMK Al-Hikmah. Korban terseret arus Sungai Cimanuk saat mengikuti masa orientasi studi siswa baru. "Kepala dinas harus bertanggung jawab, bupati harus bertanggung jawab," kata Anies di kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Ia menegaskan tanggung jawab itu timbul karena ada instruksi dan aturan yang dibiarkan atau dilanggar. Instruksi itu melarang kegiatan penerimaan siswa baru di luar kewajaran. Kasus di Garut, kata Menteri, terjadi saat seorang siswa baru mengalami kecelakaan di sungai ketika menolong kakak kelasnya dalam kegiatan masa orientasi di luar sekolah.
Yang berbahaya kegiatan ini dilakukan tanpa kehadiran guru, tanpa kehadiran kepala sekolah. Anies menegaskan pihak yang bertanggung jawab itu harus diberi sanksi karena tidak disiplin dalam menjalankan aturan pendidikan. "Kalau kepala sekolah itu bawahan saya di Kemendikbud, saya sudah berhentikan kemarin-kemarin. Namun, dia itu pegawai pemerintah kabupaten."
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengirim surat kepada para kepala daerah sebelum tahun ajaran baru dimulai. Menteri meminta antisipasi, pencegahan, dan bila ada pelanggaran harus diberi sanksi tegas. Namun anehnya, kata Anies, banyak sekolah yang menjalankan kegiatan masa orientasi berdasarkan kebiasaan, bukan aturan.
"Kita harus mengubahnya. Jangan dibiarkan kepala sekolah menjalankan kegiatan berdasarkan kebiasaan, harus sesuai aturan." Kemarin Mendikbud mengutus Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad mengunjungi keluarga almarhum Fazri Fauzi di Kecamatan Cilawu. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Kuswendi, Hamid menyampaikan belasungkawa dan berusaha menghibur keluarga korban.
"Seharusnya awal pembelajaran bagi para pelajar ialah hal yang menggembirakan. Kami galau, emosional, karena masa ini justru memantik persoalan," kata Hamid. Program masa orientasi siswa, lanjut dia, akan terus dievaluasi di masa mendatang sehingga tidak ada korban lagi. Pelajar harus aman dan selamat sehingga bisa belajar dengan baik untuk menggapai cita-cita.
Hamid mengingatkan para kepala sekolah bahwa siswa ialah titipan dan amanah dari orangtua masing-masing. "Karena itu, mereka harus dididik dengan baik, bukan diplonco dan mendapat tindakan kekerasan." Pada kesempatan berbeda, Ketua Yayasan SMK Al Hikmah Dadat mengungkapkan anak didiknya meninggal bukan saat mengikuti masa orientasi.
"Dia menolong kakak kelasnya yang terbawa arus sungai." Kasus ini masih dalam penyidikan kepolisian. "Kami sudah memanggil kepala sekolah dan saksi lain untuk diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Garut AK Esti Prasetyo Hadi.