Mayoritas Nelayan di Pesisir Selatan Masih Gunakan Alat Tangkap Tradisional

Yose Hendra
11/8/2016 08:19
Mayoritas Nelayan di Pesisir Selatan Masih Gunakan Alat Tangkap Tradisional
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

MAYORITAS nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan masih menggunakan alat tangkap tradisional dalam mencari ikan. Alhasil, baru sekitar 30% potensi ikan di laut yang termanfaat.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kabupaten Pesisir Selatan Yoski, Rabu (10/8), mengungkapkan hampir 13 ribu orang yang berpencaharian sebagai nelayan di daerah Pesisir Selatan masih menggunakan perahu dayung dan sebagian lainnya hanya dibantu mesin tempel

Menurutnya, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi persoalan utama yang dialami masyarakat kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Kondisi itu mengakibatkan kekayaan alam yang tersedia tidak terkelola secara maksimal. Sumber Daya Alam (SDA) bidang kelautan yang selama ini dijadikan sebagai sektor ungulan di Pesisir Selatan, dinilai belum memberikan dampak besar dalam meningkatkan kesejateraan dan perekonomian masyarakat.

Kondisi itu disadari karena memang masih rendahnya pengetahuan masyarakat, terutama dalam hal pengelolalaan atau pemanfaatan,

"Kekayaan laut yang dimiliki kabupaten Pesisir Selatan belum terkelola secara maksimal. Bila dibandingkan berdasarkan potensi yang ada, bisa dikatakan baru sebesar 30% yang termanfaat," tutur Yoski.

Dikatakannya, agar potensi yang dimiliki itu bisa memberikan keberuntungan secara ekonomi bagi masyarakat yang bergerak di sektor perikanan di daerah itu, secara bertahap pemerintah daerah melalui DKP terus melakukan pembinaan disamping juga bantuan berupa modal.

Dijelaskannya, pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat ini memang masih membutuhkan tenaga dari luar daerah. Tentunya melalui lembaga teknis yang memiliki legalitas yang jelas guna memberikan pembinaan kepada nelayan tersebut.

"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam hal budidaya, pengelolaan hasil ikan, penangkapan ikan, permesinan itu, juga mendapatkan praktek langsung yang dimulai dari penangkapan, pembudidayaan ikan, permesinan, dan pengelolaan ikan dengan harapan nantinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," bebernya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya