Jateng Sepi Jalur Independen

(HT/AU/WB/VL/T-1)
11/8/2016 02:50
Jateng Sepi Jalur Independen
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

HAMPIR dipastikan, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 di Jawa Tengah tidak diikuti peserta independen. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Joko Purnomo. "Hingga saat ini belum ada calon independen yang mendaftar," tuturnya di Semarang, Rabu (10/8). Sementara itu, pendaftaran untuk independen dibuka pada 6 Agustus dan berakhir 10 Agustus. Pilkada 2017 di Jawa Tengah, sesuai dengan akhir masa jabatan kepala daerah (2016 dan 2017), digelar di tujuh wilayah meliputi Kota Salatiga. Jabatan Wali Kota/Wakil Wali Kota Salatiga berakhir 11 Juli 2016. Lainnya, Bupati/Wakil Bupati Banjarnegara berakhir 18 Oktober 2016, Bupati/Wakil Bupati Batang 13 Februari 2017, Bupati/Wakil Bupati Jepara 10 Februari 2017, Bupati/Wakil Bupati Pati 7 Agustus 2017, Bupati/Wakil Bupati Cilacap 19 November 2017, dan Bupati/Wakil Bupati Brebes 4 Desember 2017.

Pengamat politik dan pemerintahan Undip Teguh Yuwono berpandangan terlalu banyak syarat membuat jalur independen tidak diminati. Syarat itu mulai daya jangkau ke akar masyarakat, tidak terstruktur, hingga biaya besar karena harus mencari orang untuk mengorganisasi dukungan. Banyaknya persyaratan membuat pasangan bakal calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Yogyakarta Arif Nurcahyo-Lareta Adhisakti juga akhirnya menyerah. Mereka hanya mampu mengumpulkan 17.845 KTP dari persyaratan 26 ribu KTP. "Kami sudah berusaha maksimal. Namun, hasilnya masih kurang sekitar 8.000 KTP lagi," cetus Arif Nurcahyo, rabu (10/8).

Dalam mencari pemimpin yang amanah, Kongres Rakyat Banten (KRB) digelar di Hotel Grand Mangkuputra, Cilegon, kemarin.
KRB dihadiri tokoh dan pendiri Provinsi Banten, di antaranya Irsyad Juweli dan Aeng Haerudin, juga tampak Ketua DPR RI Ade Komarudin, Gubernur Banten Rano Karno, Wali Kota Cilegon Iman Ariadi, serta calon Gubernur/Wakil Gubernur Banten seperti Wahidin Halim, Andika Hazrumy, dan Dimyati Natakusumah. KRB diisi diskusi dan penyampaian visi dan misi calon gubernur/wakil gubernur. Namun, Rano Karno yang juga maju dalam pemilihan Gubernur Banten tidak ikut dalam diskusi karena ada agenda lain. Wahidin Halim dalam visi misinya menyampaikan akan memperhatikan santri dan guru mengaji hingga ke pelosok desa. "Banten adalah negeri santri dan ulama sehingga santri dan ulama harus diperhatikan," ujar Wahidin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya