Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH hampr sebulan ribuan nelayan di Pantura, Jawa Tengah berhenti melaut. Hal itu karena gelombang tinggi dan angin kencang yang menyebabkan harga ikan laut pun melonjak dari biasanya karena terbatasnya pasokan.
Pemantauan Media Indonesia di Pantura, Rabu (10/8), ribuan nelayan di sejumlah kawasan seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, dan Demak, Jawa Tengah memilih menyandarkan kapal dan perahu di dermaga pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi hingga mencapai 2 meter.
Meski beberapa nelayan nekat mencari ikan di pinggiran, namun sebagian besar memilih tidak melaut dan menyandarkan kapal mereka di pelabuhan seperti Pelabuhan Perikanan Tegalsari dan Muararejo (Kota Tegal), Waru Doyong (Pemalang), Wonokerto dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (Pekalongan), Klidang Lor dan Gringsing (Batang), Gempolsewu dan Bandengan (Kendal), Tambaklorok (Semarang) serta Moro (Demak).
"Saat ini, ketinggian gelombang di laut masih sekitar 1,25 meter namun jika ada tiupan angin kencang tiba-tiba, gelombang dapat meningkat hingga 2,5 meter dan dapat membalikan kapal," kata Tasmin, 44, nelayan di Muararejo, Kota Tegal.
Sukamdi, 48, nelayan di Wonokerto, Pekalongan, mengatakan tingginya gelombang laut sudah hampir sebulan. Bersamaan dengan itu, nelayan memilih tidak melaut dan menyandarkan kapal mereka sehingga untuk menopang kehidupan setiap harinya mereka mencari penghasilan lain seperti menjadi buruh atau kuli bangunan.
"Kalau yang tidak mampu bekerja lain memilih menganggur dan hidup mengandalkan pinjaman dari bos kapal," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Akhadun, 38, nelayan di Moro, Wedung, Kabupaten Demak. Untuk menyiasati kebutuhan hidup akibat berhenti melaut, para nelayan sebagian memilih bekerja di sektor lain, namun ada di antara mereka yang mengolah ikan asin hasil tangkapan sebelumnya.
Cuaca yang buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang, lanjut Akhadun, selain menyulitkan nelayan dalam menangkap ikan, terutama nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil.
"Daripada risiko terbalik ataupun tidak mendapatkan ikan, lebih baik istirahat dulu," ujarnya.
Sementara itu, data dari Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II BMKG Semarang menyebutkan ketinggian gelombang di Laut Jawa meningkat dratis bersamaan bertambahnya laju kecepatan angin yang mencapai 20 knot per jam.
Gelombang Laut Jawa hingga Kamis (11/8) dinihari, berdasarkan data yang terekam di satelit pada perairan Kalimantan Tengah 0,5 - 1,5 meter, perairan Laut Jawa bagian tengah 0,75 - 1,5 meter, perairan Kepulauan Karimunjawa 0,5 - 1,25 meter dan perairan utara Jawa Tengah 0,5 - 1 meter.
"Jika ketinggian gelombang maksimum, maka bisa dua kalinya dari angka tersebut," kata prakirawan BMKG. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved