Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBELUM orangtuanya berangkat merantau menjadi buruh migran, seorang anak di Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, cukup cerdas. Ia mampu mengikuti mata pelajaran yang diajarkan para guru. Kondisi berubah 180 derajat ketika ibunya harus berangkat menjadi buruh migran untuk mencukupi ekonomi keluarga. Motivasi belajarnya berkurang dan ketika menerima rapor, nilainya anjlok. "Kondisinya memprihatinkan. Itulah salah satu potret anak-anak yang ditinggal orangtua mereka merantau menjadi buruh migran. Akan tetapi, situasi ekonomi yang kepepet itu membuat orangtua harus rela meninggalkan anak-anak mereka. Bahkan, ada anak yang mogok tidak bersekolah ketika orangtuanya berangkat kerja ke luar negeri," ujar pegiat pendamping buruh migran, Yudi Setiadi, mengungkapkan hasil penelitian yang dilaksanakan Seruni Banyumas bersama Yayasan Tifa pada 2014.
Aktivis Seruni Banyumas, Narsidah, menambahkan riset yang dilaksanakan pada 2014 itu mengambil sampel 100 responden di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyumas. "Sebagian besar anak buruh migran terabaikan atau adanya fenomena children left behind. Meski orangtuanya menjadi bruuh migran dan mampu mengirimkan uang ke rumah, ternyata tidak sedikit anak yang putus sekolah," terang Narsidah. Selain itu, sistem pengasuhan anak tidak berdaya. Banyak orangtua yang menjadi buruh migran memanjakan anak mereka agar tidak rewel. Namun, dampaknya memunculkan perilaku malas dan tidak disiplin.
Pegiat Seruni lainnya, Lili Purwati, mengungkapkan setelah memetakan persoalan tersebut, pihaknya mendorong pola pengasuhan berbasis komunitas. "Pola pengasuhan terutama dalam pendidikan sangat penting untuk 'menyelamatkan' masa depan anak-anak buruh migran. Kami mendorong tidak hanya kepada keluarganya, tetapi juga komunitas yang ada di desa setempat. Mereka didorong agar lebih peduli kepada anak-anak yang ditinggal orangtua mereka merantau tersebut," ujar Lili.
Berangkat dari persoalan tersebut, Seruni kemudian membuat berbagai macam pelatihan kepada para suami yang ditinggal istrinya merantau menjadi buruh migran. "Pelatihan fathering ialah memberikan bekal pengasuhan bagi para suami untuk mengasuh anak-anaknya secara baik. Pola pengasuhan dan pendidikan paling utama dimulai dari keluarga. Karena itulah, para suami harus dipastikan mengetahui tumbuh kembang anak dan memperhatikan pendidikan mereka. Ada empat kecamatan kantong buruh migran yang menjadi sasaran pelatihan, yakni Kalibagor, Sokaraja, Sumbang, dan Gumelar. Para ayah juga dibekali pola makan dengan gizi yang baik bagi anak. Ketua Pusat Penelitian Gender, Anak, dan Pelayanan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Tyas Retno Wulan, membenarkan tidak sedikit anak yang ditinggal orangtua bekerja sebagai buruh migran telantar pendidikannya.
Terlebih banyak anak sejak kecil atau usia balita hanya dititipkan kepada nenek atau kakeknya sebagai pengganti ibu. "Umumnya balita yang ditinggal ibu mereka sebagai buruh migran sering melamun. Saat remaja mereka memilih putus sekolah, nakal, dan ada yang menikah dini. Di sini pentingnya bahwa keluarga berperan penting dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak-anak," ujar Tyas. Dia pun mendukung komunitas-komunitas yang mendorong program fathering seperti yang dilakukan Seruni agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah. (LD/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved