Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUT masih cukup tebal menyeluti desa. Namun, Ridwan Sururi, 42, warga Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, sudah mengeluarkan si Germanis, kuda kesayangannya. Kuda tersebut baru dua pekan 'bertugas' bergantian dengan Luna, kuda lainnya, untuk berkeliling kampung sebagai kuda pustaka.
Setelah menaikkan kotak yang berisi buku ke punggung Germanis, Ridwan mulai berkeliling desa sambil menuntun kuda. Sasaran pertama ialah SD Negeri 5 Serang yang cukup dekat. Namun, Ridwan akan menunggang kuda bila menuju TPQ Miftahul Huda yang berjarak 3 kilometer dari rumahnya.
Dengan menembus kabut pegunungan lereng timur Gunung Slamet dan melewati jalanan basah sisa hujan, Ridwan memasuki gerbang SD Negeri 5. Anak-anak yang berseragam batik itu mulai berlari ke kelas. Mereka mengambil buku yang dipinjam sepekan lalu untuk dikembalikan dan diganti dengan buku lainnya.
Tari, siswi kelas III SD, membawa buku lama yang dipijamnya untuk ditukar dengan buku baru. Judulnya ialah Isaac Newton. Bukunya berisi kisah Isaac Newton, orang genius dari Inggris yang menemukan teori gravitasi yang ditulis dengan bahasa sederhana dan dilengkapi gambar-gambar.
Siswa lainnya, Rizal, kelas V, mengembalikan buku mengenai kisah perjuangan Jenderal Soedirman. Ia memilih buku tersebut karena suka kisah tentara Indonesia. Bahkan Rizal bercita-cita menjadi tentara seperti Soedirman. "Membaca buku-buku seperti ini sangat menyenangkan karena saya dapat pengetahuan baru. Apalagi kalau baca buku perjuangan, saya suka. Kalau besar nanti saya ingin jadi tentara," ujar Rizal dengan muka polos.
Rizal menjadi potret anak desa yang gemar membaca meski sebetulnya dia bukan dari kalangan orang mampu. Kalau tidak ada kuda pustaka, sepertinya ia tidak akan gemar membaca buku. "Kalau tidak ada kuda pustaka, mungkin tidak membaca. Toko buku jauh dan uang untuk membeli tidak ada," ujar Rizal. Ia menambahkan orangtuanya hanyalah petani biasa di desa setempat.
Ridwan yang membuka jasa pinjaman buku mengakui sebagian besar warga Serang lebih senang membelanjakan uang mereka untuk kebutuhan primer daripada membeli buku. Intinya membeli buku bukan menjadi prioritas utama. "Makanya, sejak awal peminjaman buku di kuda pustaka ini gratis. Kalau suruh bayar, tidak mungkin ada orang yang mau. Melihat mereka antusias meminjam saja, sudah menjadi hal yang luar biasa," kata Ridwan di sela-sela melayani peminjaman buku di SD Negeri 5 Serang.
Ia mengakui, dari aktivitasnya meminjamkan buku kepada anak-anak sekolah, tidak ada sepeser pun uang yang diperoleh. Bagi Ridwan, meminjamkan buku untuk anak-anak adalah bentuk ibadah supaya mereka juga tidak ketinggalan pengetahuan dengan anak-anak kota.
Awalnya, Ridwan punya hobi berkuda. Suatu ketika, ia berkenalan dengan Nirwan Arsuka, budayawan sekaligus anggota Pustaka Bergerak di Jakarta. Dari perkenalan itulah muncul ide mengenai kuda pustaka. Lalu bukunya darimana? Nirwan-lah yang mengirim seluruh buku yang kini dipinjam anak-anak sekolah.
Koleksi awalnya hanya ratusan buku dan melayani anak-anak di Desa Serang. Namun, kini koleksi buku Ridwan sudah mencapai 1.500-an eksemplar hasil sumbangan para dermawan. "Sampai kapan pun peminjaman buku tetap gratis. Saya tidak mengharapkan imbalan. Kalau rezeki itu sudah ada yang mengatur," ungkapnya.
Selama ini penghasilan yang diperoleh Ridwan dari memelihara kuda yang dititipkan padanya. Pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu ia menyewakan kuda di lokasi wisata Lembah Asri Serang. "Kalau sewa kuda satu kali keliling Rp15 ribu. Ada juga yang meminjam untuk pre-wedding, tarifnya Rp150 ribu. Lumayan uang dari sewa kuda ini bisa menghidupi keluarga," ujar bapak empat anak itu.
Ridwan dan kuda pustaka sudah tidak dapat dipisahkan. Dalam sepekan, ia berkeliling sebanyak tiga kali ke tiga tempat. Ia berharap anak-anak di kaki Gunung Slamet mampu menikmati koleksi bukunya yang bisa menjadi jendela dunia. (Liliek Dharmawan/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved