HARGA berbagai komoditas sayuran di Pasar Gudang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, naik sejak dua pekan terakhir. Pemicunya ialah minimnya pasokan bersamaan memasuki musim kemarau. Harga komoditas kacang merah dan buncis sebelumnya sekitar Rp8.000 per kg kini naik menjadi Rp12 ribu-Rp14 ribu per kg.
Harga mentimun dari Rp4.000 per kg naik hampir 200% menjadi Rp14 ribu per kg. "Sekarang harga sayuran sedang mahal. Pasokannya juga berkurang," kata Dayat, 45, pedagang sayuran di Pasar Gudang, kemarin. Menurutnya, pasokan sayuran dari Kabupaten Bandung dan Cianjur sangat jarang. Meskipun harga sayuran naik, pendapatan para pedagang justru turun mencapai kisaran 20%-30%. "Daya beli turun. Banyak pembeli yang batal membeli sayuran karena harga mahal," tambahnya.
Selain sayuran, harga ayam potong naik. Saat ini harga daging ayam Rp40 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp24 ribu per kg. Tingginya harga ayam potong memengaruhi daya beli konsumen. Di Ambon, Maluku, harga berbagai jenis sayuran juga naik. Pantauan di Pasar Mardika dan Nusaniwe, terjadi lonjakan harga sayuran. Harga buncis biasanya Rp20 ribu hingga Rp24 ribu per kg, kini naik menjadi Rp40 ribu per kg. Harga kentang dari Rp12 ribu per kg menjadi Rp14 ribu per kg, wortel dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per kg.
Kekeringan juga memicu menurunnya angka kunjungan wisatawan di sejumlah tempat wisata di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Sejumlah daerah wisata pemandian sepi pengunjung karena berkurangnya debit air sungai. Salah satu lokasi wisata pemandian yang terdampak kemarau ialah pemandian wisata Biru, Desa Kanang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. "Biasanya kunjungan wisatawan setiap hari 200 orang. Sejak debit air turun, rata-rata 10 orang yang berkunjung," kata Nur Aisya, pedagang di sekitar lokasi wisata. Ia bersama teman-temannya sesama pedagang merasakan langsung dampak menurunnya omzet berdagang karena sepinya pengunjung kawasan pemandian.