Dukungan ke Pabrik Semen Terus Mengalir

(HT/SY/N-2)
09/8/2016 01:10
Dukungan ke Pabrik Semen Terus Mengalir
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

SEJUMLAH warga Rembang, Jawa Tengah, mendukung pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia. Mereka menilai keberadaan pabrik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rembang. "Apalagi, teknologi yang digunakan PT Semen Indonesia juga dikenal ramah lingkungan. Karena itu, kami menolak usulan Gubernur Ganjar Pranowo yang meminta Presiden melakukan moratorium pabrik semen," papar Suparno, tokoh warga Rembang, di Semarang, Senin (8/8). Ia menegaskan, selama mereka memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), pembangunan pabrik semen harus didukung.
"Penolakan yang selama ini digaungkan sekelompok orang sebenarnya hanya didukung sebagian kecil warga," tandas pria yang juga Ketua LSM Semut Abang Rembang itu. Tokoh warga lain, Bambang Wahyu Widodo, menyatakan dukungan warga terhadap pembangunan pabrik semen dilatarbelakangi keberadaannya akan mengubah taraf hidup masyarakat.

"Akan banyak tenaga kerja yang diserap dari desa-desa di sekitar pabrik semen." Ketua Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) itu mengatakan PT Semen Indonesia sudah berjanji akan menerima tenaga kerja dari lingkungan terdekat meski mereka tidak punya ijazah apa pun. "Perusahaan berjanji akan mengajari mereka untuk terampil dalam bidang tertentu, seperti mengelas." Bambang mengaku sudah melihat langsung pabrik PT Semen Indonesia di Tuban.
"Dengan teknologi yang mereka terapkan, operasi pabrik tidak akan mencemari lingkungan di Rembang," tandasnya. Masruhan Samsuri, anggota DPRD Jateng, juga menentang usulan moratorium. "Pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan itu tak bisa dilepaskan dari kebutuhan semen. Kalau pembangunan pabrik semen harus dihentikan, itu tidak adil." Ketua Komisi A DPRD Jateng itu mendukung pembangunan pabrik semen, dengan syarat sudah dilengkapi amdal.

"Pabrik juga harus mampu menyejahterakan rakyat di sekitar." Keberadaan pabrik semen di Rembang sudah legal secara hukum setelah gugatan warga ke PTUN Semarang ditolak pada 16 April 2015. Sampai kemarin, pembangunan pabrik yang akan menghasilkan 3 juta ton semen per tahun sudah mencapai 94% dan bisa beroperasi pada akhir 2016. Sejumlah dana juga ditebar perusahaan untuk warga sekitar dalam berbagai bentuk. Di Kalimantan Timur, pemprov fokus memperkuat sektor perkebunan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Di daerah itu, perusahaan perkebunan rakyat dan perkebunan besar telah berkembang dengan baik. "Kami menelurkan strategi ini untuk mengatasi menurunnya harga minyak dan gas serta batu bara," kata Eddy Kuswadi, staf ahli Pemprov Kaltim. Selain sawit, beberapa komoditas perkebunan yang dikembangkan di daerah itu ialah karet, kakao, Kelapa, lada, kopi, kemiri, dan aren. "Kami sudah mewujudkan program 1 juta hektare sawit. Sampai 2018, kami punya target baru membuka 1,4 juta hektare kebun sawit," lanjut Eddy.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya