Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BENTROKAN antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan polisi, Sabtu (6/8) hingga kemarin (Minggu, 7/8) dini hari, berakhir damai.
Deklarasi perdamaian dilaksanakan kemarin dengan dihadiri Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Toto Lisdiarto, Dandim 1408 Lekol Otto Sollu, serta beberapa pejabat Pemkot Makassar.
Mereka kemudian melakukan deklarasi perdamaian yang ditandai dengan saling bergenggaman tangan dan sepakat menjaga kondisi Makassar agar tetap aman.
"Insya Allah, pejabat kepolisian, pemerintah kota, dan TNI punya semangat yang satu untuk menjaga kota ini. Kita akan terus melakukan koordinasi sehingga eskalasi pascakejadian ini bisa semakin membaik," ujar Danny.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan, secara terpisah, meminta kedua pihak bisa menahan diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan yang bisa merusak kondisi di Kota Makassar.
Bentrokan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan anggota kepolisian setempat terjadi Sabtu (6/8) dan berlanjut hingga kemarin dini hari. Bentrokan itu menyebabkan satu polisi tewas.
Lemparan
Bentrokan dipicu perkelahian antara seorang anggota Satpol PP Makassar dan dua anggota Sabhara Polrestabes Makassar di anjungan Pantai Losari. Bentrokan itu kemudian meluas ke Kantor Balai Kota Makassar.
Polisi yang tewas ialah Bripda Michael Abraham Rieuwpassa, anggota Sabhara Polda Sulsel. Ia tewas saat puluhan anggota Sabhara Polrestabes Makassar menyerang kantor balai kota.
Penyerangan itu menyebabkan kaca-kaca di kantor Balai Kota Makassar pecah. Puluhan kendaraan roda empat dan dua rusak serta banyak orang mengalami luka-luka.
Hadryatno, anggota Satpol PP Makassar, menjelaskan ia terlibat perkelahian dengan dua anggota Sabhara Polrestabes Makassar, Bripka Hendrik dan Bripka Asmat, di anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur.
Pemicu perkelahian, berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar anjungan, ialah pelemparan terhadap dua orang berseragam polisi, yang mengendarai motor dinas trail di Pantai Losari, Sabtu (6/8).
Saat itu, di anjungan Pantai Losari, sedang dilaksanakan pernikahan massal. Kedua polisi masuk ke area parkir anjungan dengan kecepatan tinggi dan ditegur Hadryatno dengan suara kasar. Hal itu memicu amarah polisi. Berdasarkan pengakuan Hadryatno, kerah bajunya ditarik dan ia dipukul di bagian perut. Karena merasa tidak terima diperlakukan seperti itu, ia pun membalas dengan memukul polisi.
Perkelahian sempat dilerai Kasatpol PP Iman Hud. Namun, tidak diduga puluhan polisi menyerang Balai Kota. Mereka membawa senjata dan menembakkan gas air mata serta amunisi karet.
Bentrokan itu menyebabkan kaca-kaca hancur dan banyak darah berceceran di lantai. Akibat bentrokan itu, 12 anggota Satpol PP diamankan di Polrestabes Makassar.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto langsung menyambangi Kantor Polrestabes Makassar, kemarin, sekitar pukul 04.00 Wita. Ia melihat langsung kondisi 12 anggota Satpol PP yang diamankan petugas kepolisian.
Danny secara khusus menemui Wakapolres AKB Cornelis Ferdinand Hotman Sirait untuk memastikan duduk perkaranya.(N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved